Peneliti Temukan Gejala Tak Biasa Pada Pasien COVID-19 di Indonesia
Nasional

Salah satu tim peneliti, dr. Muhammad Khifzhon Azwar, menegaskan bahwa studi ini dilakukan untuk memberikan informasi tentang bagaimana virus corona menginfeksi manusia.

WowKeren - Para peneliti menemukan gejala klinis yang tidak biasa pada pasien positif corona (COVID-19) di Indonesia. Diketahui, jumlah kasus positif corona (COVID-19) di Indonesia sendiri telah mencapai 15.438 orang per Rabu (13/5).

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan beberapa peneliti di Indonesia, pasien positif COVID-19 di Tanah Air memiliki gejala gastrointestinal. "Gastrointestinal adalah saluran pencernaan. Beberapa pasien Covid-19 datang dengan gejala sakit pada saluran pencernaan, seperti nyeri perut, mual, muntah dan diare," terang salah satu tim peneliti Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Muhammad Khifzhon Azwar, dilansir Kompas.com pada Kamis (14/5).

Menurut dr Khifzhon, pasien positif COVID-19 selama ini menunjukkan gejala seperti demam, batuk, sesak napas, yang rerata mengarah pada flu atau pneumonia (radang paru). Namun, para dokter juga menemukan gejala tidak biasa yang berkaitan dengan saluran pencernaan pada sejumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.

Jurnal penelitian ini menjelaskan seorang pasien yang menunjukkan nyeri dada dan gejala gastrointestinal. Pasien tersebut kemudian dikonfirmasi terinfeksi virus corona usai beberapa hari dirawat di bangsal standar.

"(Gejala) di Indonesia ini termasuk gejala yang tidak biasa." jelas dr Khifzhon. "Sebab, seperti dilaporkan BNPB, gejala nyeri perut terjadi pada 7,5 persen pasien Covid-19."


Selain itu, dr Khifzhon juga menjelaskan bahwa saat jurnal ini ditulis, data gejala sakit perut atau gastrointestinal belum tersedia atau belum dilaporkan Gugus Tugas Covid-19. "Data yang kami catat pada jurnal itu dari China, di sana pasien dengan gejala saluran pencernaan hanya terjadi pada 2 persen pasien postif COVID-19. Sedangkan, di Indonesia kasusnya lumayan tinggi 7,5 persen," terang dr Khifzhon.

Lebih lanjut, dr Khifzhon juga menegaskan bahwa studi ini dilakukan untuk memberikan informasi tentang bagaimana virus corona menginfeksi manusia. Pasalnya, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa masuknya virus ini hanya menginfeksi saluran pernapasan.

"Bukan bermaksud menakut-nakuti," ujar dr Khifzhon. "Melalui studi ini kami ingin menyampaikan virus corona ini dapat masuk dari mana-mana, jadi perlu berhati-hati."

Dr Khifzhon juga menjelaskan bahwa virus corona SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 membutuhkan reseptor ACE2 untuk menginfeksi sel tubuh manusia. Berdasarkan sejumlah penelitian, reseptor ini cukup banyak dan tidak hanya berada di saluran pernapasan saja.

"Reseptor ACE2 ternyata juga ada di saluran pencernaan," tutur dr Khifzhon. "Maka dari itu, gejala gastrointestinal ini juga dapat terjadi, sehingga pasien yang mungkin terinfeksi merasakan sakit perut, mual, muntah atau diare."

Meski demikian, gejala ini tidak terjadi pada semua pasien. "Oleh karena itu, dalam laporan tersebut kami juga mengimbau kepada dokter agar meningkatkan indeks kecurigaan pada pasien berisiko COVID-19, yang datang dengan gejala gastrointestinal," pungkas dr Khifzhon.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait