Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Brawijaya mengatakan bahwa jamur Cordyceps berpotensi menghambat replikasi virus corona dan meningkatkan kekebalan tubuh.
- Eva Ayu Rahmawati
- Kamis, 14 Mei 2020 - 16:39 WIB
WowKeren - Berbagai upaya dilakukan untuk menanggulangi wabah virus corona atau Covid-19, termasuk mengembangkan obat dari tanaman herbal. Kali ini, jamur Cordyceps berpotensi untuk menghambat infeksi virus corona.
Hal ini diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas MIPA dan Pakar Biomolekuler Universitas Brawijaya, Prof. Widodo. Menurut Widodo, jamur Cordyceps memiliki struktur yang berpotensi menghambat replikasi virus corona secara langsung. Selain itu, jamur Cordyceps juga sudah lama digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
"Sudah lama dipakai masyarakat khususnya di Tibet, Tiongkok, Korea, karena keunggulannya memiliki beberapa senyawa aktif yang bekerja sistemik," ungkap Widodo. "Ada yang antiviral berdasarkan studi metadata, strukturnya memiliki kesamaan dengan senyawa antivirus."
Selain itu, jamur Cordyceps juga dipercaya sejak lama untuk meningkatkan kemampuan pernapasan atau baik untuk orang yang mengalami gangguan pernapasan. Pasalnya jamur tersebut diklaim mampu menghambat munculnya badai sitokinin dalam tubuh yang terinfeksi Covid-19, lantaran mengandung senyawa antiinflamasi di dalamnya.
Jamur Cordyceps akan diuji coba kepada pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Panglima Komando Wilayah Pertahanan I (Pangkogab Wilhan) Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu, sebelum jamur tersebut diberikan kepada pasien. Koordinasi ini kata dia akan dilakukan bersama dengan pihak LIPI dan Kementerian Kesehatan.
Sementara itu, total jumlah pasien yang dirawat di Wisma Atlet hingga kini tercatat sebanyak 839 orang, yang terdiri dari 538 pasien pria dan 301 pasien wanita. Dari jumlah tersebut, sebanyak 702 orang terkonfirmasi sebagai pasien positif, sisanya yakni sebanyak 73 orang berstatus PDP dan sisanya 74 orang berstatus ODP.
Kendati begitu, belum ada bukti klinis soal kemampuan antivirus jamur Cordyceps, khususnya untuk mengatasi virus corona. Selain jamur Cordyceps, sudah ada penelitian mengenai tanaman herbal atau jamu Indonesia untuk pasien Covid-19 secara umum, serta tinggal menunggu perizinan uji klinik.
(wk/evaa)