Pandemi COVID-19 Tak Kunjung Usai, Jumlah Orang Miskin Diprediksi Tembus 50 Juta Orang
https://indonesia.go.id/
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Banyak dari masyarakat yang semula berada di garis menengah harus menjadi miskin karena adanya pemutusan hubungan kerja akibat pandemi corona (COVID-19).

WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berbicara mengenai dampak pandemi virus corona (COVID-19) di Indonesia. Menurutnya, COVID-19 bisa memicu angka kemiskinan di RI bertambah.

Ia memprediksi jika akibat pandemi ini, akan ada sebanyak 50 juta orang Indonesia yang bergerak ke garis kemiskinan. Meski demikian, jumlah ini masih belum pasti.


Karena kondisi di lapangan juga masih dinamis. Oleh sebab itu, hal ini bergantung pada sampai kapan Indonesia akan bisa menghentikan penyebaran virus corona.

"Angka kemiskinan saya belum berani memastikan karena ini masih terus bergerak, tapi perkiraan kita bisa di atas 30 juta bahkan bisa sekitar 50 jutaan," kata Muhadjir dilansir CNBC Indonesia, Kamis (14/5). "Tapi ini sekali lagi terus bergerak, dan ini sangat tergantung pada sampai kapan COVID-19 ini bisa kita hentikan."

Melejitnya prediksi angka kemiskinan itu bukan tanpa alasan. Seperti diketahui, pandemi corona (COVID-19) telah melumpuhkan sejumlah sektor yang memainkan peranan penting untuk menggerakkan ekonomi Indonesia. Seperti misalnya industri manufaktur, UMKM, hingga perbankan.

Tak sedikit perusahaan yang telah mengambil langkah untuk memulangkan para karyawannya. Alhasil, banyak dari masyarakat yang semula berada di garis menengah harus menjadi miskin karena adanya pemutusan hubungan kerja itu tadi.

Oleh sebab itu, Muhadjir mengatakan jika saat ini pemerintah telah berusaha untuk mencegah terjadinya hibernasi ekonomi yang terlalu dalam. Hal itu dilakukan dengan memberikan berbagai macam insentif. Sebab jika hibernasi ekonomi dibiarkan terlalu lama, maka akan lebih sulit untuk bangkit lagi ke depannya.

"Kita sekarang ini dalam sektor ekonomi sedang mencegah terjadinya hibernasi ekonomi terlalu dalam. Kalau hibernasi terlalu dalam sampai menyentuh fundamental ekonomi, nanti untuk bangkit kembali kan susah," lanjut mantan Menteri Pendidikan dan kebudayaan itu. "Jadi berbagai macam insentif yang diberikan itu ya untuk menjaga jangan hibernasi tadi."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts