Gelar Salat Id Hari Ini Tanpa Protokol Kesehatan, Warga Jember Malah Balik Salahkan Pemerintah
Nasional
Idul Fitri 2020

Jemaah di lingkup Ponpes Mahfilud Duror, Jember, Jawa Timur melaksanakan salat Idul Fitri hari ini (23/5). Sayangnya ibadah berjemaah itu digelar tanpa mengindahkan protokol penanganan Corona.

WowKeren - Sedianya umat muslim Indonesia akan merengkuh kemenangan di Hari Raya Idul Fitri yang akan jatuh pada Minggu (24/5) besok. Namun nyatanya ada beberapa kelompok masyarakat yang sudah terlebih dahulu merayakannya, salah satunya di Jember, Jawa Timur.

Adalah jemaah di lingkungan masjid Pondok Pesantren Mahfilud Duror yang menggelar salat Id terlebih dahulu dibanding daerah lain. Ponpes itu mengaku berpegang pada Kitab turun-temurun di Ponpes untuk menentukan awal Ramadan dan Syawal.


Sayangnya ibadah ini diselenggarakan tanpa mengindahkan protokol kesehatan yang berlaku. Padahal, seperti diketahui, saat ini Indonesia masih dibuat pontang-panting dalam mengatasi wabah virus Corona. Apalagi Ponpes ini terletak di Jawa Timur yang notabene menjadi provinsi paling terdampak Corona kedua di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, KH Ali Wafa selaku pengasuh ponpes mengaku sudah meminta masyarakat untuk menggelar salat di rumah masing-masing. Namun mereka menolak dengan alasan tidak tahu tata cara salat Id di rumah bersama keluarga.

"Ini bapak-bapak dan ibu-ibu (sudah disarankan) untuk salat Id di rumah," jelas pemuka agama yang kerap disapa Lora Ali itu, Sabtu (23/5), sebelum menirukan jawaban jemaahnya. "'Lah iya kalau tahu (cara) mengimami pak kiai. Jangankan mengimami, baca khotbahnya saja tidak tahu'."

Lora Ali pun mengklaim telah menyiapkan sarana-prasarana untuk memastikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan kendati melaksanakan salat Id secara berjemaah. Seperti dengan melakukan sosialisasi hingga menyiapkan bilik disinfektan.

"Tapi mereka tidak mau memakai masker," tutur Lora Ali, seperti dilansir dari Detik News. Saat itulah terungkap bahwa masyarakat justru balik menyalahkan pemerintah karena tak menyediakan masker di lokasi salat.

"'Kalau pemerintah ngeman (perhatian) dengan masyarakatnya, kan tidak punya masker, ya (pemerintah) nyiapkan masker'," kata Lora Ali. "Itu yang dikatakan waktu saya minta mereka pakai masker."

Sang kiai mengaku tak bisa berbuat apa-apa karena jemaahnya sudah punya prinsip demikian. Namun ia sendiri memastikan pihaknya sudah mengimbau masyarakat mematuhi seluruh protokol kesehatan yang ada, termasuk menjaga jarak antarjemaah yang sayangnya juga tak dipatuhi.

"(Padahal) yang datang kan ribuan ya," pungkas Lora Ali. "Bukan hanya dari Jember, tapi juga ada yang dari Bondowoso dan kota lain."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts