Kasus Positif COVID-19 di Kediri Terus Meningkat, Keranda dan Pocong Jadi Portal Jalan Dusun
SerbaSerbi
COVID-19 di Indonesia

Salah satu dusun di Kediri menunjukkan cara kreatif mereka dalam menakut-nakuti warga yang masih 'bandel' keluar masuk daerahnya meski sudah tertutup portal. Lantas bagaimana dengan warga yang terpaksa harus beraktivitas?

WowKeren - Jawa Timur menjadi provinsi dengan pertambahan kasus positif COVID-19 paling tinggi di Indonesia beberapa hari belakangan. Salah satu "penyumbang" kasus terbanyak adalah Kota Kediri. Pada Selasa (26/5), terdapat tambahan kasus positif sebanyak 13 orang.

Untuk menekan penyebaran virus mematikan ini, cara unik diperlihatkan warga salah satu dusun di Kediri. Dibagikan oleh akun Instagram @infokediriraya, tampak keranda serta pocong berada di portal yang menutup akses masuk dusun. Hingga berita ini diterbitkan, foto tersebut telah disukai hampir 3 ribu pengguna Instagram.


"Ojo rono rene (jangan ke sini), dek omah ae nek gak pengen nunpak kene (di rumah saja kalau gak ingin naik ini), kereto jowo (kereta jawa [maksudnya keranda])," tulis akun @infokediriraya. "Penutupan akses jalan di Jl. Melon Tondomulyo, Gadungan, Puncu."

Kasus Positif COVID-19 di Kediri Terus Meningkat, Keranda dan Pocong Jadi Portal Jalan Dusun

Instagram

Ketua RT 02 RW 02 Dusun Tondomulyo, M Solikin, mengungkapkan bahwa keranda mayat dan pocong buatan tersebut diletakkan sejak hari pertama Idul Fitri yang jatuh pada Minggu (24/5) lalu. "Iya benar. Itu sudah ada sejak Minggu waktu Idul Fitri pertama. Berawal dari keprihatinan mengenai kurangnya menjaga protokol kesehatan," ujar Solikin dilansir dari Kompas.

Ide awal diletakkan keranda dan pocong buatan tersebut lantaran banyaknya warga yang masih keluar masuk meski akses jalan sudah tertutup portal. Oleh sebab itu, aktivitas warga "bandel" ini tentu harus dihentikan agar penularan virus COVID-19 tak terus menyebar luas.

"Akhirnya saya dan anak saya mengambil kursi panjang yang kami hadangkan di depan portal," cerita Solikin. "Karena takut kursi itu angkat dengan mudah, akhirnya kami mengambil selimut keranda yang kebetulan berada di dalam pos kamling, lengkap dengan peralatan kematian."

"Dibikinlah (tambahan) keranda dan si pocong yang sangat menyerupai aslinya, lengkap dengan peralatan dan pernak pernik kematian layak aslinya," sambungnya. "Seperti payung jawa, bunga, lilin, beras kuning, uang receh dan lain sebagainya."

Kendati begitu, Solikin telah menyiapkan jalan khusus untuk warga yang memiliki kepentingan mendesak. "Yang berkepentingan khusus misalnya belanja atau bekerja, kami sudah siapkan jalan tikus yang hanya diketahui oleh warga Jalan Melon. Jadi bukan hanya sekedar menutup akses, namun kami juga memberikan solusi untuk warga kami beraktivitas," tutup Solikin.

(wk/nere)

You can share this post!

Related Posts