Jatim Masih 'Juara' Soal Corona, Khofifah-Risma Enggan Bicara Terkait New Normal
Nasional
Skenario New Normal COVID-19

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini enggan berbicara terkait konsep new normal. Pasalnya, kedua pihak saat ini tengah berfokus untuk menangani lonjakan kasus corona di Surabaya dan Jatim.

WowKeren - Jawa Timur beberapa waktu terakhir menjadi sorotan lantaran munculnya lonjakan pertumbuhan kasus positif corona (COVID-19). Bahkan pada Minggu (24/5) lalu Jatim mencatat lonjakan kasus harian yang nyaris mencapai 3 kali lipat dari DKI Jakarta.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan jika wilayahnya itu tidak akan menerapkan new normal dalam waktu dekat. New normal adalah prosedur standar pola hidup baru di tengah pandemi corona.


Khofifah mengatakan harus ada kajian mendalam sebelum pihaknya menerapkan hal itu. Ia pun bakal mendiskusikan dengan para ahli dan pakar secara terbatas. "Tetapi secara parsial kita mendiskusikan dengan berbagai kalangan secara terbatas," katanya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (26/5).

Ia perlu mendiskusikan dampak pelaksanaan new normal tersebut dengan para ahli, otoritas keuangan dan para ekonom. "Nanti misal kalau kita akan memasuki new normal seperti apa. Format-format diskusi dan FGD secara virtual dengan melibatkan BI dan OJK, ekonom terus dilakukan," ujarnya.

Penerapan new normal juga membutuhkan tahapan rencana dan tak bisa serta merta langsung dilaksanakan secara total. "Kita menyiapkan plan a, b, c ketika melakukan new normal terutama untuk perusahaan dan berbagai sektor perdagangan di Jatim," imbuhnya.

Ia juga menegaskan jika new normal baru bisa diterapkan apabila kasus positif virus corona di Jatim sudah menunjukkan tren penurunan. Khofifah menegaskan bahwa penurunan rate of transmission adalah faktor yang penting dan menentukan.

Saat ini pihaknya pun masih berupaya melakukan hal tersebut. "Setelah rate of transmission kita memastikan di bawah 1. Hari ini Jatim masih 1,32. Surabaya 1,6," ungkapnya.

Saat ini dari total keseluruhan kasus COVID-19 di Jatim, 60 persen di antaranya berasal dari Kota Surabaya atau 80 persen berada di wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Gresik dan Sidoarjo). Sementara 3,2 persen lainnya Malang Raya (Kabupaten Malang, Batu dan Malang Kota).

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga enggan membahas terkait konsep new normal. Ia mengatakan saat ini pihaknya masih berfokus pada penanganan kasus virus corona di Surabaya.

“Nanti aja, belum saatnya, nanti minggu depan aja ya kita lihat (datanya), karena ini para tenaga medis masih berjuang, karena nanti InsyaAllah saya akan sampaikan,” ujar Risma di Balai Kota, Selasa (26/5).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts