Dahlan Iskan Soroti Surabaya Jadi Zona Hitam Corona, Singgung 'Drama' Risma-Khofifah Bikin Apes
Instagram/dahlaniskan19
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyoroti masalah Surabaya jadi zona hitam COVID-19, ikut singgung ‘drama’ Risma dan Khofifah yang bikin Kota Pahlawan semakin apes.

WowKeren - Kota Surabaya tengah menjadi sorotan setelah menjadi zona hitam penyebaran virus corona (COVID-19). Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan lantas turut menyoroti tingginya kasus virus corona di Kota Pahlawan tersebut.

Dahlan mengungkapkan kekhawatirannya atas kasus virus corona di Surabaya yang telah menjadi zona hitam melebihi merah. Ia juga turut mengomentari berbagai pemberitaan yang menyebut jika Surabaya akan berubah menjadi Wuhan.


”Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman,” ujar Dahlan seperti dilansir dari laman resminya disway.id, Kamis (4/6). “Pertanda wabah COVID-19 kian mengkhawatirkan.”

”Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan,” sambungnya. “Padahal, Wuhan itu menjadi Wuhan bukan karena seperti kondisi Surabaya.”

Dahlan juga menyoroti situasi di Surabaya dalam sepekan terakhir yang dinilainya semakin apes. Ia menyinggung drama yang terjadi antara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akibat masalah bantuan mobil BNPB untuk tes PCR corona.

”Pokoknya minggu ini Surabaya lagi apes. Dimulai oleh drama rebutan dua mobil sumbangan BNPB itu,” papar Dahlan. “Yang ditandai dengan adegan marah-marah dan nangis-nangis wali kotanya itu.”

Lebih lanjut Dahlan lantas menjelaskan situasi di Surabaya yang dinilainya sama sekali tidak mencekam. Ia bisa membeberkan situasi Surabaya lantaran masih terjebak disana.

”Saya lagi ter-lockdown di Surabaya. Inilah yang terjadi kemarin. Pagi-pagi saya olahraga bersama klub "Senam DI's Way". Tidak ada suasana mencekam itu,” cerita Dahlan. “Siang sedikit saya ke pabrik irradiasi PT Ensterna Indonesia. Yang sedang melakukan komisioning, minggu depan mulai uji coba. Covid belum selesai, pabrik ini sudah akan selesai. Alhamdulillah.”

”Perjalanan ke pabrik itu biasanya 25 menit. Selama PSPB berlaku. Lalu-lintas sangat lancar,” sambungnya. “Kemarin perjalanan ke ke pabrik itu menjadi 50 menit. Sudah sangat padat. Sudah macet di beberapa titik. Gencarnya berita bahwa Surabaya sudah merah hitam kalah dengan keriuhan berita new normal.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts