Indonesia Disebut Butuh Vaksin Corona Khusus, Ini Alasannya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Penjelasan terkait vaksin ini diungkapkan oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro.

WowKeren - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro menyebut bahwa Indonesia memerlukan vaksin khusus yang berbeda dengan yang telah dikembangkan di negara lain. Hal ini berkaitan dengan  3 jenis (strain) virus penyebab COVID-19 di Indonesia yang masih belum masuk kategori dari bank data virus influenza dunia.

"Tiga jenis atau strain virus Covid-19 yang menyebar di dalam negeri belum terkategorisasi oleh database terkait influenza dan coronavirus di dunia," tutur Bambang dalam keterangan pers Kemenristek/BRIN pada Kamis (4/6). "Atau Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID)."

Bambang lantas menjelaskan bahwa GISAID merupakan bank data influenza di dunia. Mereka bertugas untuk mengumpulkan semua virus flu dan juga melakukan penelitian terhadap virus penyebab COVID-19.

"Dalam hal ini, virus COVID-19 yang sudah dilakukan namanya whole genome sequencing," terang Bambang. "Istilahnya virusnya sudah bisa dibaca karakternya dan mereka kemudian lakukan klasifikasi."

Kala melakukan pengklasifikasian, GISAID akan membagi virus ke dalam 3 kategori pokok. Yakni klasifikasi S, G, dan V.


"Kemudian (jenis virus) yang lain masih dianggap others (belum dikenali)," ujar Bambang. "Dan ternyata tiga yang Indonesia kirim dari Eijkman, ketiganya masuk others, tidak masuk yang S, G, maupun V."

Oleh sebab itu, Bambang pun menilai bahwa Indonesia memerlukan vaksin khusus yang berbeda dengan yang telah dikembangkan di negara lain. Pasalnya, karakter virus corona di Indonesia bisa jadi berbeda dengan yang ada di negara lain.

"Jadi ternyata virus yang dari Indonesia masih dikenali dulu karakternya," tutur Bambang. "Kenapa ini penting? Karena kalau kita buat vaksin, vaksin itu harus bisa menjawab transmisi lokal yang ada di Indonesia."

Lebih lanjut, Bambang memperhitungkan bahwa bibit vaksin atau vaccine seed khusus untuk strain virus corona di Indonesia sudah ada akhir tahun ini. Namun, penggunaan vaksin untuk imunisasi massal kemungkinan baru bisa dilakukan pada tahun depan.

"Bibit vaksinnya mungkin bisa ditemukan tahun ini. Tapi imunisasi massal itu baru bisa mungkin tahun depan," pungkas Bambang. "Vaksinnya sendiri harus diproduksi."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts