99% Penerbangan Susi Air Berhenti, Banyak Karyawan Harus di-PHK dan Dirumahkan
Nasional

Pemilik Susi Air sekaligus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa pihaknya terpaksa merumahkan dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan.

WowKeren - Industri penerbangan turut terimbas oleh pandemi corona (COVID-19). Salah satunya adalah maskapai Susi Air yang terpaksa menutup 99 persen penerbangannya.

Hal ini disampaikan langsung oleh pemilik Susi Air sekaligus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Lebih lanjut, Susi juga mengungkapkan bahwa pihaknya terpaksa merumahkan dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan.

"Susi air hampir 99% penerbangannyapun berhenti. Semua terkena dampak," cuit Susi pada Rabu (3/6). "Kamipun sama harus merumahkan & mem PHK karyawan.. karena situasi memang tidak memungkinkan."

Susi Air

Twitter

Cuitan Susi ini lantas mendapat banyak komentar dari warganet. Banyak warganet yang memberikan doa yang terbaik bagi Susi.


"All of us ibu .. semoga semua akan membaik pada waktu nya," tulis akun @ib***er. "Ekonom memprediksi, dunia penerbangan akan memerlukan waktu yang lama untuk pulih kembali. Semoga saja prediksi mereka meleset, dan semuanya segera pulih kembali. Amin," tambah akun @pr***no. "Semoga covid ini segera berakhir dan masyarakat juga bisa beraktifitas normal begitu juga Susi air bisa terbang kembali melayani masyarakat yang bepergian. InsyaAllah," timpal akun @hu***an.

Sebelumnya, Susi sempat menyatakan bahwa perusahaannya kini hanya melayani penerbangan kargo dan pengiriman alat medis. Susi Air juga lebih selektif dalam mengangkut pasien dan kebutuhan medis.

"Tempo hari kami bawa medivac ke Singapura atau dari kota lain, sekarang kita harus tanya penyakitnya apa," jelas Susi dilansir Kumparan, Jumat (29/5) pekan lalu. "Kalau COVID-19 kan tidak bisa transportasi kan, harus langsung diisolasi."

Menurut perhitungan Susi, dunia maskapi hanya mampu bertahan hingga 3 bukan dengan kondisi seperti sekarang. Oleh sebab itu, Susi berharap agar pemerintah dapat memikirkan insentif berupa bantuan modal untuk maskapai secara umum.

Susi juga mengaku telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi masalah di maskapai penerbangannya. Beberapa di antaranya adalah menutup pos yang tidak produktif, hingga efisiensi biaya rumah tangga.

"Pengiriman logistik medis sekarang ini masih sangat sedikit, jadi kita sedang menunggu kalau ada," pungkas Susi. "Kedua menutup base-base yang tidak produktif, melakukan efisiensi cost housing, cost transporting, cost labour dari salary dan sebagainya."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait