Cara Unik Banyuwangi Bangun ‘Smart Kampung’ Lawan COVID-19, Seperti Apa?
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Begini cara unik Banyuwangi dalam melawan pandemi virus corona, membangun smart kampung sebagai benteng dalam menghadang COVID-19. Seperti apa?

WowKeren - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memiliki cara unik tersendiri dalam melawan pandemi virus corona (COVID-19). Senjata andalan Banyuwangi dalam menangani virus corona adalah dengan membangun smart kampung.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menjelaskan jika smart kampung ini merupakan kontrol integrasi. Sistem tersebut terhubung dengan fiber optik yang akan menampung data warga Banyuwangi di setiap desa dan kelurahan.


”Di Banyuwangi kita kontrol dengan integrasi melalui smart kampung,” ujar Azwar saat video conference melalui Zoom, Kamis (4/6). “Ini terintegrasi dengan desa dan kelurahan yang semua terhubung fiber optik.”

Nantinya, sistem ini akan membantu pergerakan warga yang keluar masuk Banyuwangi selama pandemi. Warga yang ingin masuk ke Banyuwangi lantas akan di cek KTP-nya dengan menggunakan sistem digital yang terhubung dengan semua desa ini.

Dalam melaksanakan smart kampung, Banyuwangi dibantu Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hingga Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjaga setiap perbatasan. “Bagi yang terlibat ini ada insentif khusus untuk menjaga 3 perbatasan (Banyuwangi) Jember, Pantura, Bali,” jelas Azwar.

Azwar menjelaskan cara kerja sistem ini. Jika ada orang yang berasal dari Bali dan nekat pergi menuju Banyuwangi, maka akan segera diketahui. Sebab warga dari Bali memang dilarang menyeberang menuju Banyuwangi selama pandemi berlangsung.

Masyarakat diluar penduduk Banyuwangi yang ketahuan berkeliaran setelah diperiksa melalui smart kampung lantas akan langsung diisolasi mandiri. Mereka akan dibawa ke sebuah gedung kosong di Banyuwangi untuk melakukan karantina.

”Dibawa ke sistem besar di GOR. Didorong masuk ke rumah-rumah isolasi di desa,” jelas Azwar. “Rata-rata maunya isolasi mandiri. Kalau nggak mau, bisa dijemput keluarga isolasi mandiri.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts