Menurut Gubernur Anies, nilai reproduksi virus corona di Jakarta sempat berada di angka 4 pada Maret 2020 lalu. Ini berarti satu orang yang terpapar virus corona dapat menularkan COVID-19 kepada 4 orang lainnya.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 05 Juni 2020 - 17:07 WIB
WowKeren - Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan beralih menjadi masa transisi hingga akhir Juni 2020. Sejumlah aktivitas yang sebelumnya dibatasi pun kini mulai dilonggarkan dengan syarat tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19.
Salah satu pertimbangan dalam mengambil kebijakan tersebut adalah penurunan nilai repoduksi efektif (Rt) virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) di Jakarta. "Sampai dengan kemarin (3 Juni 2020), per hari kemarin, nilai Rt di Jakarta 0,99," ungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Kamis (4/6).
Menurut Anies, nilai reproduksi virus corona sempat berada di angka 4 pada Maret 2020 lalu. Ini berarti satu orang yang terpapar virus corona dapat menularkan COVID-19 kepada 4 orang lainnya. Hal tersebut yang membuat lonjakan kasus COVID-19 di Ibu Kota hingga Jakarta menjadi salah satu episentrum penyebaran corona.
"Di bulan Maret angka (reproduksi) kita sekitar 4, kemudian kita mulai melakukan pembatasan," terang Anies. "Penutupan sekolah, tempat wisata, car free day, kantor-kantor, (kemudian) panggilan untuk bekerja di rumah. Itu di mulai di pertengahan Maret."
Anies mengaku bahwa nilai Rt virus corona di Jakarta langsung mengalami penurunan usai pihaknya melakukan sejumlah pembatasan. Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut, penurunan nilai Rt paling drastis terjadi pada periode Maret hingga April 2020.
"Dan apa yang terjadi mengalami penurunan yang sangat drastis, ini dilakukan sebelum PSBB," tutur Anies. "Jadi Ketika PSBB tahap pertama dimulai pada 10 April, kemudian tahap kedua juga kita teruskan, angka yang paling drastis turunnya adalah di masa bulan maret dan April."
Menurunnya angka reproduksi virus corona ini salah satunya bisa terjadi karena pembatasan aktivitas masyarakat. Namun, masa penurunan tersebut disebut Anies berjalan cukup panjang.
Pasalnya, sejak pertengah Maret hingga 18 Mei 2020 lalu, penurunan nilai Rt virus corona baru mencapai 1,09. Anies menjelaskan bahwa reproduksi efektif virus corona di wilayah DKI baru berhasil ditekan hingga di bawah 1 pada awal Juni 2020 lalu.
"18 Mei kita masih 1,09, bergerak terus sampai sekitar 1,03. Pada 31 Mei angka kita 1, lalu 1 Juni 0,9, kemudian 2 Juni (sebesar) 0,9, dan 3 Juni (sebesar) 0,9," pungkas Anies. "Ini artinya kerja bersama dari seluruh penduduk Jakarta, tanpa itu enggak mungkin turun."
(wk/Bert)