Penyebaran virus corona di provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur telah masuk dalam level berbahaya, begini data dan penjelasan dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19.
- Ruth Meliana
- Sabtu, 06 Juni 2020 - 17:41 WIB
WowKeren - Kasus virus corona di Indonesia masih terus mengalami peningkatan yang signifikan setiap harinya. Sebagai contoh pada hari ini Sabtu (6/6), Indonesia telah memecahkan rekor penambahan kasus COVID-19 tertinggi nyaris mencapai 1.000 pasien dalam sehari.
Penambahan kasus tertinggi pada hari ini disumbang oleh provinsi Jawa Timur, sebesar 284 orang. Total kasus virus corona di Jatim telah menyentuh 5.408 dan menjadi wilayah kedua penyebaran virus corona tertinggi di Indonesia.
Kemudian penambahan kasus di DKI Jakarta juga masih cenderung tinggi, yakni sebesar 104 kasus. Kini, DKI masih menjadi wilayah dengan kasus virus corona terbesar di Indonesia setelah melaporkan 7.690 pasien positif.
Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyatakan jika sebenarnya kasus virus corona di DKI Jakarta telah mengalami penurunan. Namun, ibu kota Indonesia itu disebut telah memasuki level berbahaya terkait penyebaran COVID-19 melihat dari penambahan kasus.
”Terdapat penurunan kasus positif menjadi 76 kasus, dengan komparasi 94 kasus kemarin. Provinsi DKI Jakarta berada pada taraf bahaya,” tulis data dari Gugus Tugas seperti dilansir dari Liputan6, Sabtu (6/6). “Saat ini total akumulasi pasien positif sebanyak 7.690 kasus.”
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sendiri telah menambah 59 Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Jakarta untuk menangani pasien terpapar corona. Selain it, Jakarta saat ini sedang memasuki masa transisi dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke new normal.
Dalam masa transisi ini, Pemprov DKI telah memberikan izin terhadap sejumlah tempat usaha untuk beroperasi kembali secara bertahap. Selain itu, rumah ibadah juga telah dibuka lagi. Meski demikian, masyarakat tetap wajib mengikuti protokol kesehatan yang disiapkan demi mencegah tertular COVID-19.
Selain DKI, Gugus Tugas COVID-19 juga menyatakan jika Provinsi Jawa Timur masuk dalam taraf berbahaya. Hal ini dilihat dari lonjakan kasus virus corona di Jatim yang semakin tinggi setiap harinya.
Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo sendiri menjelaskan alasan mengapa kasus virus corona di Jatim terus melesat. Menurutnya, hal ini karena Pemprov Jatim telah melakukan tes swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) secara masif.
Tidak hanya itu, kemampuan Jatim dalam menjaring Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga menjadi penyebab virus corona meningkat. Meski kasus COVID-19 tinggi, namun angka kematian di Jatim cenderung rendah.
”Kasus kematian, nah yang terakhir ini yang paling penting. Walaupun banyak kasus (positif) kemudian pasien dirawat di rumah sakit itu banyak, tetapi jumlah yang meninggal itu sedikit,” papar Doni Monardo dalam video conference, Kamis (4/6). “Nah ini yang kita harapkan.”
(wk/lian)