Jadi Zona Paling Merah di Bogor, Pedagang Pasar Cileungsi Malah Usir Petugas Rapid Test
Nasional

Cileungsi menjadi zona paling terdampak COVID-19 di Kabupaten Bogor. Namun para pedagang di Pasar Cileungsi justru menolak ketika petugas hendak melakukan rapid test massal.

WowKeren - Kecamatan Cileungsi belum lama ini "dinobatkan" sebagai zona paling merah di Kabupaten Bogor. Hal itu yang menjadi alasan pemerintah setempat berusaha mengadakan rapid test COVID-19 untuk seluruh pedagang Pasar Cileungsi.

Namun itikad baik Pemerintah Kabupaten Bogor itu rupanya mendapat reaksi negatif dari para pedagang. Sebab para pedagang di Pasar Cileungsi justru dilaporkan mengusir petugas medis Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bogor pada Rabu (10/6) kemarin.

Belakangan terungkap alasan di balik pengusiran tersebut. Rupanya para pedagang marah pada pemerintah setempat yang mengizinkan para pedagang kaki lima (PKL) tetap berjualan sedangkan pasar ditutup karena ditetapkan menjadi klaster penyebaran COVID-19.

"Kondisi pasar jadi sepi pas abis ditutup belum lama ini," kata Staf Humas dan Keamanan Pasar Cileungsi, Ujang Rasmandi, Kamis (11/6). "Pedagang juga banyak yang mengeluh penghasilannya berkurang."


Ujang membenarkan bahwa pengusiran itu sebagai wujud "kemarahan" para pedagang Pasar Cileungsi melihat PKL yang tetap diizinkan berjualan. "Iya karena pedagang yang di dalam kan legal malah diperlakukan seperti itu, sementara yang di luar dibiarkan," kata Ujang, seperti dilansir dari Merdeka.

Perihal pengusiran itu pun dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Bogor, Mike Kaltarina. Namun ia mengaku pihaknya masih mendalami alasan di balik penolakan tersebut dengan menerjukan tim khusus.

Di sisi lain, Direktur Utama PD Pasar Tohaga selaku pengelola Pasar Cileungsi, Haris Setiawan, menyatakan belum menerima instruksi untuk menutup pasar. Hanya saja pihaknya terus melakukan pengetatan terhadap protokol kesehatan yang berlaku di pasar. Upaya pengetatan ini antara lain seperti pemeriksaan suhu tubuh, pembatasan pengunjung pasar, serta penyemprotan disinfektan di aera pasar dua kali sehari.

"Karena belum ada instruksi penutupan pasar. Hanya penerapan protokol kesehatan lebih diperketat," jelas Haris. "(Seperti) Kita pasang 40 unit tempat cuci tangan di Pasar Cileungsi supaya pengunjung dan pedagang rajin cuci tangan."

Sementara itu, Pemkab Bogor mencatat ada sekitar 62 pasien COVID-19. "Di Cileungsi terdapat 62 pasien COVID-19, paling banyak dari 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor," tutur Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, Selasa (9/6) lalu.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait