Setelah ibadah salat Jumat kembali diperbolehkan di masa pandemi virus corona atau COVID-19, masih ditemui sejumlah masjid yang belum menerapkan protokol kesehatan.
- Eva Ayu Rahmawati
- Jumat, 12 Juni 2020 - 13:48 WIB
WowKeren - Pelaksanaan salat Jumat di masjid di tengah wabah virus corona atau COVID-19 sudah kembali diperbolehkan selama 2 minggu terakhir. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk dari adaptasi new normal.
Kendati salat Jumat sudah diperbolehkan, Kementerian Agama mengimbau masjid-masjid untuk tetap mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Mulai dari memakai masker, dicek suhu tubuh dan cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum masuk masjid, menjaga jarak antar jemaah.
Namun sejumlah masjid diketahui masih belum menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Hal ini membuat Kementerian Agama akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan salat Jumat.
"Menteri Agama akan evaluasi setelah dua kali pelaksanaan salat Jumat," ungkap Kamaruddin Amin selaku Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin di media center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha BNPB, pada Kamis (11/6). "Banyak laporan, minggu pertama kemarin terutama yang paling kelihatan yang shaf-nya rapat, tapi secara umum bagus menuruti protokol yang sudah ditetapkan."
Lebih lanjut, Kamaruddin kembali menyarankan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk kreatif dalam menyiasati banyaknya jemaah saat salat Jumat. Kamaruddin juga mengimbau para jemaah agar selalu menjaga jarak alias physical distancing.
"Barangkali ada jalanan di depan masjid yang kemudian bisa ditutup dan dijadikan tempat tambahan. Termasuk misalnya di kantor-kantor," sambung Kamaruddin. "Di kantor tempatnya terbatas, sehingga menjaga physical distancing tentu tidak mudah. Tempat yang ada di samping kiri, kanan, depan, belakangnya juga bisa dimanfaatkan."
Selain itu, Kamaruddin berharap agar para jemaah salat Jumat bisa menjadi contoh aktivitas massa yang aman dari COVID-19. "Mari kita jadikan tempat ibadah ini sebagai contoh agar kita menggunakan masjid sebaik mungkin. Diharapkan agar betul-betul bisa menjadi model, bisa menjadi contoh aktivitas yang aman dari COVID-19," pungkas Kamaruddin.
(wk/evaa)