Seorang guru honorer yang juga menyambi sebagai fotografer menyetubuhi tiga model. Kini aparat kepolisian telah menangkap pelaku tersebut dan mengamankan sejumlah barang bukti.
- Lailatul Maghfiroh
- Jumat, 12 Juni 2020 - 18:50 WIB
WowKeren - Seorang guru honorer di Bojonegoro yang menyambi sebagai fotografer menyetubuhi tiga model. Kapolres Bojonegoro M Budi Hendrawan menerangkan bagaimana modus pelaku yakni MH (37) dalam melancarkan aksinya.
Semula pelaku menjaring korban lewat media sosial. Ia menawarkan korban untuk menjadi model yang akan ia foto. Pelaku dan korban lantas saling bertemu hingga akhirnya keduanya membuat perjanjian.
Pelaku mengikat korban dengan perjanjian tertulis berupa tawaran sekaligus ancaman. "Ada imbalan untuk satu kali difoto nilainya Rp 100 ribu. Tetapi jika hasil posenya jelek maka korban diancam dengan denda uang Rp 60 juta atau disetubuhi," kata Budi mengutip dari Detikcom, Jumat (12/6).
Dari modus dan ancaman tersebut, pelaku menyetubuhi tiga model. Korbannya merupakan dua orang yang masih berstatus sebagai siswi SMP dan seorang mahasiswi.
Tim Penyidik UPPA Polres Bojonegoro telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa kamera, seperangkat komputer, hardisk, bantal serta selimut hotel dan ribuan foto bugil para korban. Dari penangkapan tersebut, polisi mengatakan ada 25 korban. Dari 25 korban tersebut, hanya tiga model yang disetubuhi oleh pelaku. Sisanya menjadi korban foto bugil.
"Untuk alat bukti sudah lengkap. Dan saat ini masih kita periksa para korban dan saksi. Sementara sudah 18 orang perempuan usia 15 hingga 25 tahun rata-rata. Kalau data ada 25 orang. Masih terus kita kembangkan pokoknya," pungkas Kasat Reskrim Bojonegoro, AKP Iwan Hari Poerwanto.
Diberitakan sebelumnya bahwa MH merupakan guru honorer yang mengajar seni musik di salah satu SMP di Bojonegoro. Di luar itu, MH memiliki hobi fotografi hingga ia manfaatkan untuk melakukan tindakan asusila. Aksi bejatnya tersebut lantas diketahui setelah salah satu orangtua korban melapor ke polisi.
(wk/lail)