Jokowi Jadi Trending Lantaran Bungkam Usai 'Terseret' Kasus Novel Baswedan
Instagram/jokowi
Nasional

Presiden Joko Widodo mendadak ikut disangkutpautkan dengan kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan karena dianggap 'membiarkan' ketidakadilan proses hukum terjadi.

WowKeren - Kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tengah menjadi pembahasan panas beberapa waktu belakangan. Hal ini tak lepas dari tuntutan pidana ringan yang dijatuhkan kepada kedua pelaku penyerangan, yakni Rahmat Kadir dan Ronny Bugis.

Novel dan sejumlah pihak lain menilai tuntutan ini terlampau ringan. Novel pun tak segan mengungkapkan kekesalannya hingga "menyeret" Presiden Joko Widodo yang dianggap terhadap para penegak hukum di bawah pemerintahannya.

Kekinian respons publik pun semakin keras terhadap kasus ini. Hingga pada Sabtu (13/6) siang nama Jokowi menjadi trending topic Indonesia karena banyaknya warganet yang mempertanyakan sikap Jokowi yang cenderung diam saja kendati mendapati hukum di negara yang dipimpinnya tak berjalan dengan adil.

"Ini respon pertama Presiden @jokowi pada tanggal 11 April 2017, beberapa jam setelah Novel Baswedan diserang air keras. 'TINDAKAN BRUTAL', katanya," cuit @pai*****jo. "Faktanya, perintah Presiden tsb tidak diindahkan selama lebih 2,5 tahun. Lalu berujung pada tuntutan 1 tahun penjara."


Bersama cuitannya itu ia menyertakan pula potongan video tanggapan awal Jokowi ketika Novel mengalami musibah pada 2017 silam. Dan belakangan postingan ini menjadi viral serta menuai banyak komentar dari warganet yang rata-rata menyuarakan hal serupa, yakni berharap Novel akan mendapatkan keadilan atas kasusnya.

"Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia (syarat dan ketentuan berlaku)," cuit @riz*****u7. "Sudah sering terbaca, para pembantu presiden lihai memanfaatkan kelemahan presiden (kalo gak mau dibilang presiden boneka)," kritik @Mud******an pedas.

Di sisi lain, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Donny Gahral sudah angkat bicara soal heboh kasus ini. Menurutnya selama ini Jokowi tak pernah mengintervensi jalannya suatu kasus hukum, termasuk penyiraman air keras yang dialami Novel.

"Presiden tidak intervensi masalah hukum," ujar Donny tegas, Jumat (12/6). "Artinya presiden ya mendorong adanya penegakan hukum yang seadil-adilnya. Tapi tidak bisa intervensi. Sesuai dengan pembagian kekuasaan."

Donny tak menyalahkan apabila Novel memang merasa hukuman yang diterima Ronny Bugis dan Rahmat Kadir tak memuaskan. Namun Novel disarankan untuk mengajukan banding sesuai ketentuan konstitusi Indonesia alih-alih mencatut nama Jokowi dalam pusaran permasalahan.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait