Menurut Deputi IV Kantor Staf Presiden Juri Ardiantoro, pemerintah memang sejak awal tidak menutup pasar karena tempat tersebut merupakan sumber pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 13 Juni 2020 - 17:58 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia disebut akan menggencarkan tes COVID-19 di pasar- pasar tradisional. Deputi IV Kantor Staf Presiden Juri Ardiantoro menyampaikan hal tersebut menyusul adanya sejumlah pasar tradisional yang menjadi klaster penyebaran COVID-19 di beberapa daerah.
"Pasar sekarang menjadi salah satu concern pemerintah untuk dilakukan tes," jelas Juri pada Sabtu (13/6) hari ini. Menurut Juri, pemerintah memang sejak awal tidak menutup pasar karena tempat tersebut merupakan sumber pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat.
Meski demikian, Juri mengakui banyak pasar tradisional yang belum menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penularan COVID-19. "Social distancing di pasar ini memang sulit dikendalikan, kecuali ada beberapa pasar yang oleh pemerintah daerah dan pengelola pasar bisa dilakukan penyesuaian untuk adanya physical distancing," terang Juri.
Sementara itu, jumlah kasus pedagang pasar yang dinyatakan positif COVID-19 kini sudah melonjak dan mencapai 529 orang. Dari jumlah tersebut, 29 orang dinyatakan sudah meninggal dunia.
Angka ini bisa dibilang meningkat drastis dalam waktu kurang dari sepekan. Pasalnya, data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat jumlah pedagang positif COVID-19 masih di kisaran angka 439 orang dan 27 orang meninggal per Rabu (10/6) lalu.
DPP Ikappi sendiri mencatat hingga saat ini ada 13.450 pasar tradisional yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Belasan ribu pasar tradisional itu disebut dapat menampung sebanyak 12,3 juta pedagang, belum termasuk para pemasok barang, PKL, kuli panggul serta jejaring rantai lain.
Beberapa pasar tradisional yang kini menjadi klaster corona di antaranya adalah Pasar Raya Padang Sumbar (113 kasus positif dan 3 orang meninggal), Pasar Kobong Semarang Jateng (28 kasus positif), dan Pasar Besar Palangkaraya Kalteng (27 kasus positif dan 1 orang meninggal). Lalu ada pula Pasar Kumbasari Bali (18 kasus positif) dan Pasar Induk Bojonegoro Jawa Timur (17 kasus positif dan 3 orang meninggal).
Di wilayah DKI Jakarta saja, setidaknya ada 9 pasar yang pedagangnya dinyatakan berstatus positif COVID-19. Sejumlah pasar di sejumlah daerah yang pedagangnya positif terinfeksi COVID-19 pun terpaksa ditutup.
(wk/Bert)