Cegah Corona, Begini Cara Unik Pasar Surabaya Saat Jalani Transaksi
Getty Images/NurPhoto
Nasional

Mencegah penyebaran virus corona (COVID-19), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan cara unik untuk melakukan transaksi di pasar tradisional. Seperti apa?

WowKeren - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan berbagai cara untuk menangani pandemi virus corona (COVID-19). Salah satunya adalah terkait penanganan klaster COVID-19 yang kerap bermunculan di pasar tradisional.

Pemkot Surabaya kini telah menerapkan cara unik bagi pengunjung dan pedagang yang sedang melakukan transaksi. Nantinya, transaksi jual beli di sejumlah pasar tradisional Surabaya akan menggunakan nampan demi menghindari kontak fisik antara pembeli dan pedagang.

Kini, Pemkot Surabaya baru saja membagikan 10 ribu nampan kepada para pedagang pasar tradisional yang dikelola oleh PD Pasar Surya. Tercatat, 10 ribu nampan ini disebarkan di 67 pasar tradisional.

Ide penggunaan nampan ini berasal dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menjelaskan jika Risma mengusulkan cara ini demi mencegah penularan virus corona melalui kontak fisik.


”Penggunaan nampan untuk transaksi pembayaran ini untuk menghindari kontak langsung antara penjual dan pembeli,” kata Hebi seperti dilansir Kumparan, Minggu (15/6). “Selain itu sebagai salah satu konsep pembentukan Pasar Tangguh di Surabaya.”

Cara unik tersebut rupanya telah diterapkan sejak Surabaya melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Para pedagang diwajibkan menggunakan nampan tersebut dalam bertransaksi. “Kalau misalnya yang dapat nampan itu hilang, ya, harus membeli lagi dan itu harus dilakukan,” jelas Hebi.

Tidak hanya menerapkan metode pembayaran melalui nampan saja, pedagang daging dan ikan juga diwajibkan melengkapi lapaknya dengan tirai plastik. Cara ini dilakukan cipratan air tidak mengenai pembeli.

”Nah ini yang harus diantisipasi,” terang Hebi. “Sehingga harus ada tirai berupa plastik itu, untuk membatasi agar cipratan-cipratan tersebut tidak menempel ke mana-mana.”

Hebi mengatakan pihaknya saat ini terus mensosialisasikan protokol kesehatan kepada para pedagang di pasar, seperti halnya di Pasar Genteng Baru dan Tambahrejo. Menurutnya, pedagang daging atau ikan di dua pasar tersebut telah melengkapi lapaknya dengan tirai plastik.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait