Sementara itu, Indonesia telah melaporkan 39.294 kasus COVID-19 per Senin (15/6) kemarin. Dari jumlah tersebut, 15.123 pasien dinyatakan sembuh dan 2.198 pasien dilaporkan meninggal dunia.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 16 Juni 2020 - 07:40 WIB
WowKeren - Indonesia mengalami lonjakan kasus positif COVID-19 dalam beberapa hari terakhir. Namun meningkatnya angka COVID-19 ini belum tentu berarti keadaan di Indonesia semakin buruk.
Hal ini disampaikan oleh Ahli Epidemiologi dan Informatika Penyakit Menular dari Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah. Ia lantas mengungkapkan sejumlah hal yang membuat angka kasus COVID-19 harian di Tanah Air meningkat.
"Betul (bukan berarti kondisi memburuk ketika kasus naik). Jadi nannti epidemiologi ini kan dinkes daerah udah semakin keras survaillance. Contant tracing kita kejar, kemudian orang tanpa gejala di daerah dengan penyebaran tinggi itu juga dilakukan pemeriksaan," ungkap Dewi di Graha BNPB pada Senin (15/6) kemarin. "Itulah yang menyebabkan kita mendapatkan gambaran penyebaran di tengah masyarakat."
Tak hanya itu, Dewi juga menjelaskan bahwa kenaikan angka COVID-19 ini juga dipengaruhi oleh banyak faktor. "Kita harus melihat penambahan jumlah itu karena apa," tutur Dewi.
Penambahan kasus positif corona, tutur Dewi, paling mudah dilihat dari faktor adanya penambahan pemeriksaan. "Yang paling mudah kita lihat sekarang adalah penambahan kasus positif bertambah tinggi, karena jumlah pemeriksaan juga bertambah tinggi," ujar Dewi.
Lebih lanjut, Dewi menjelaskan bahwa jumlah pemeriksaan mempengaruhi angka kasus rata-rata penambahan positif setiap harinya. Oleh sebab itu, jika positivity rate menunjukkan angka yang kurang lebih sama, berarti tidak ada perbedaan.
"Kalau dalam istilahnya adalah kita melihat positivity rate, berapa persen orang yang positif dari jumlah orang yang diperiksa," terang Dewi. "Kalau jumlahnya kurang lebih sama, berarti tidak ada perbedaan walaupun angkanya bertambah besar."
Menurut Dewi, awalnya pemeriksaan COVID-19 hanya ditarget 10 ribu per hari, namun kini target sudah dinaikkan menjadi 20 ribu per hari. Oleh sebab itu, angka kasus COVID-19 juga berpotensi mengalami kenaikan.
Dengan demikian, Dewi meminta agar masyarakat tak mengartikan lonjakan kasus COVID-19 ini sebagai kondisi yang memburuk dan perjuangan melawan pandemi yang sia-sia. "Ketika kita melihat angka, maka jangan dilihat secara bulat," pungkas Dewi.
Sementara itu, Indonesia telah melaporkan 39.294 kasus COVID-19 per Senin (15/6) kemarin. Dari jumlah tersebut, 15.123 pasien dinyatakan sembuh dan 2.198 pasien dilaporkan meninggal dunia.
(wk/Bert)