Geger massa nekat menjemput paksa belasan pasien positif virus corona (COVID-19) yang sedang dirawat di Blora, pihak keluarga akhirnya mengungkap alasannya.
- Ruth Meliana
- Selasa, 16 Juni 2020 - 16:08 WIB
WowKeren - Warga Blora tengah dihebohkan dengan berita adanya massa yang nekat menjemput paksa belasan pasien positif virus corona (COVID-19) yang tengah dirawat. Massa yang ternyata adalah pihak keluarga pasien turut memadati Kinik Bhakti Padma Blora sejak Selasa (16/6) pagi.
Rupanya, massa meminta pasien positif corona bisa dibawa pulang dan menjalani isolasi mandiri di rumah. “Pihak keluarga meminta paksa agar pasien baik yang masih positif swab COVID-19 ataupun yang sudah negatif swab untuk dirawat di rumah,” jelas Direktur RSUD dr Soetijono Blora, Nugroho Adiwarsono seperti dilansir dari Detik, Selasa (16/6).
Akibat keramaian tersebut, aparat keamanan yang merupakan gabungan dari Satpol PP, polisi dan BPBD turut berjaga di depan klinik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora sendiri memang telah memilih Klinik Bhakti Padma sebagai tempat untuk merawat pasien virus corona.
Nugroho menjelaskan jika pasien positif corona yang dipaksa pulang oleh keluarganya berasal dari klaster Temboro. Mereka terpapar virus corona saat berada di Pondok Al-Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur.
”Total ada 14 pasien dari klaster Temboro yang dirawat di klinik Bhakti Padma,” jelas Nugroho. “11 orang masih dinyatakan positif swab dan 3 orang (sempat positif corona) sudah dinyatakan negatif swab. Semua dipulangkan.”
Sementara itu, pihak keluarga pasien mengungkapkan alasan mereka berniat menjemput anggota keluarganya yang dirawat. Rupanya, pihak keluarga menilai jika anak-anak mereka sudah terlalu lama menjalani perawatan di klinik tersebut. Bahkan, ada yang sudah dirawat hingga dua bulan.
”Anak-anak sudah terlalu lama dirawat di sini,” kata juru bicara keluarga, Umar Abdul Aziz seperti dilansir dari Detik, Selasa (16/6). “Ada yang sudah dirawat sampai satu bulan, 40 hari dan bahkan ada yang dua bulan masih dirawat di sini, tapi tidak ada perkembangan.”
”Secara fisik mereka itu sehat, tidak menunjukkan gejala sakit. Dokter di sini saja tadi menyampaikan keheranannya melihat situasi ini. Kondisi sehat tapi tes swab masih positif,” sambungnya. “Bahkan ada yang sampai di-swab hingga tujuh kali namun hasil tes swab masih menunjukkan positif.”
Oleh sebab itu, keluarga memutuskan agar bisa membawa anak-anak mereka pulang dan merawatnya di rumah. Pihak keluarga juga berjanji dan siap untuk menjalankan protokol kesehatan yang diminta oleh pihak rumah sakit.
(wk/lian)