Berkembang pesatnya berita hoaks di media sosial membuat Twitter baru-baru ini meluncurkan fitur baru yang 'memaksa' pengguna untuk memastikan kebenaran isi berita. Berikut ulasannya.
- Elvariza Opita
- Rabu, 17 Juni 2020 - 18:31 WIB
WowKeren - Media sosial sudah seyogyanya berkontribusi aktif dalam mengurangi masalah hoaks di tengah masyarakat. Dan Twitter tampaknya memandang serius permasalahan tersebut, yang dibuktikan lewat peluncuran fitur terbarunya belum lama ini.
Pada Kamis (11/6) pekan lalu, Twitter lewat akun resmi @TwitterSupport mengumumkan soal fitur terbaru yang dimaksud. Rupanya dengan fitur itu Twitter bisa memberikan notifikasi pendahulu bagi pemilik akun, apakah benar-benar akan membagikan suatu postingan yang belum dibaca secara lengkap.
Sebagai contoh apabila ada suatu postingan yang memuat laman berita. Sebelum postingan itu bisa dibagikan, Twitter akan mendorong pemilik akun membaca keseluruhan isi berita terlebih dahulu lantaran khawatir judul yang tak mencerminkan keseluruhan isi berita.
"Membagikan suatu artikel berita dapat memancing sebuah diskusi menarik," ujar Twitter Support, dilansir pada Rabu (17/6). "Jadi sudah sepatutnya berita itu Anda baca terlebih dahulu sebelum membagikannya di Twitter."
"Untuk membangun diskusi yang sehat, kami saat ini sedang menguji coba suatu fitur baru di Android," imbuh Twitter Support. "Saat Anda hendak membagikan ulang artikel yang belum pernah Anda buka sebelumnya, kami akan meminta Anda untuk membacanya terlebih dahulu."
Di Indonesia sendiri tampaknya fitur ini belum menyita perhatian. Namun pada Rabu kemarin seorang warganet menunjukkan bagaimana fitur itu sudah bekerja di akunnya dan sukses menjadi viral.
"Sekarang udah ada warning gini dari twitter," cuitnya. Ia lantas melampirkan potret tampilan akunnya yang diminta untuk membuka terlebih dahulu laman berita yang hendak ia bagikan.
"Judul tidak mencerminkan keseluruhan isi berita. Apakah Anda ingin membaca beritanya terlebih dahulu sebelum membagikan?" tanya Twitter lewat jendela notifikasinya. Ia lantas dihadapkan pada 3 pilihan, membacanya dahulu, langsung membagikan, atau membagikan dengan menambahkan komentar.
Tak pelak fitur "ajaib" ini langsung menuai banyak pujian dari warganet. Mereka berharap agar fitur serupa bisa diterapkan di media sosial lain, terutama WhatsApp yang seolah menjadi "sarang" berita bohong.
"Wiiih solusi super keren, harus ada di WhatsApp juga nih," cuit @rad*****ra. "Waaah enak nih, biar para people ngga baca dari judul doang," imbuh @Ra****nJ. "Cocok diterapkan untuk orang indonesia yang gampang ke pancing karena judul yang provokatif tapi males baca," sambung @R_***.
(wk/elva)