Kisah Miris Ibu Tak Sanggup Bayar Tes Corona Hingga Bayi Dalam Kandungannya Meninggal
Nasional

Kisah pilu Ervina Yanna yang kehilangan anak ketiganya ini sempat viral di media sosial dan kini dijabarkan oleh aktivis perempuan di Kota Makassar, Alita Karen.

WowKeren - Seorang wanita di Makassar bernama Ervina Yana harus mengalami penderitaan kehilangan anak ketiga yang tengah dikandungnya setelah sempat tak sanggup membayar biaya tes swab corona. Kisah Ervina ini sempat viral di media sosial dan kini dijabarkan oleh aktivis perempuan di Kota Makassar, Alita Karen.

Alita sendiri sempat mendampingi Ervina kala dirawat di Rumah Sakit Ananda, Makassar, pada Rabu (16/6) malam. Menurut Alita, Ervina sebenarnya memiliki BPJS dan PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang membuatnya bisa mendapat penanganan di Puskesmas.

Selama masa kehamilan, Ervina memang melakukan pemeriksaan rutin di Puskesmas Paccerakang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Namun kala mengalami kontraksi, Ervina langsung pergi ke salah satu rumah sakit.

"Ternyata menurut Ibu Ervina tiba-tiba dia konstraksi dan sakit perutnya, jadi dia ke Rumah Sakit Sentosa," ungkap Alita dilansir detikcom pada Kamis (18/6). "Diperiksa di Sentosa, dia disarankan untuk ke RS Siti Khadijah atau ke RS Stella Maris karena Sentosa tidak punya peralatan yang lengkap, ini menurut penuturan Ibu Ervina."

Ervina juga dianjurkan untuk melahirkan dengan operasi sesar karena kondisinya. Namun karena RS Sentosa dan RS Siti Khadijah tak dapat melakukan proses sesar, Ervina lantas berpindah lagi ke RS Stella Maris.


"Karena Ibu Ervina juga punya riwayat diabetes melitus, ini anak ketiga, sebelumnya persalinannya juga pernah juga lewat sesar," terang Alita. "Ini anaknya (yang dalam kandungan) cukup besar sehingga riskan sekali kalau harus persalinan biasa jadi memang harus disesar."

Sebelum menjalani proses persalinan, Ervina diharuskan menjalani rapid test COVID-19 terlebih dahulu. Karena Ervina dinyatakan reaktif, ia harus menjalani tes swab atau PCR. Sayangnya, Ervina tak sanggup membayar biaya tes swab yang mencapai Rp 2,4 juta.

"Ini kan (RS Stella Maris) rumah sakit swasta, jadi dia harus berbayar Rp 2,4 juta," tutur Alita. "Kemudian dia keluar dari situ dan dia ke RS Ananda."

Setelah pindah ke RS Ananda, kandungan Ervina langsung diperiksa tim dokter. Malangnya, janin di dalam kandungan Ervina dinyatakan telah meninggal dunia berdasarkan hasil USG.

"Saya mendengar cerita dokter di Ananda yang menangani, kalau pada saat di USG itu janin sudah tidak bergerak. Jadi mau di-rapid dulu karena harus dioperasi dan rencana memang operasinya hari ini," pungkas Alita. "Kan harusnya kemarin tapi harus dulu melalui proses rapid, makanya melewati proses rapid dan dia reaktif."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait