Dua mobil laboratorium PCR dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang selama ini bertugas di Surabaya akhirnya pamit. Mereka akan melanjutkan perjalanannya untuk melakukan tes swab di daerah lain.
- Nidya Putri
- Kamis, 18 Juni 2020 - 10:23 WIB
WowKeren - Mobil laboratorium PCR dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah melakukan berbagai tes swab di Surabaya selama berminggu-minggu harus pamit. Dua unit mobil laboratorium itu akhirnya pamit karena harus melanjutkan tugasnya berkeliling ke daerah lain di Indonesia.
Sebelum meninggalkan Kota Pahlawan, para petugas mobil laboratorium PCR itu pun menemui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk berpamitan. Risma pun melepas mereka secara simbolik dan mengucapkan terima kasih karena sudah membantu warga Kota Surabaya dalam menangani persoalan COVID-19.
“Terima kasih Mas-Mas dan Mbak-Mbak," ujar Risma. "Sudah melayani masyarakat Surabaya selama beberapa minggu ini."
Risma juga menyampaikan permohonan maaf jika selama berada di Surabaya terdapat hal yang kurang berkenan. Risma berterima kasih kepada satu per satu dari mereka. “Maaf jika selama di sini (Surabaya) ada yang kurang berkenan. Sekali lagi terima kasih,” katanya.
Risma juga memberikan kenang-kenangan cinderamata kepada mereka. Mulai dari patung lampu hias ikon Suroboyo hingga kain batik buatan UMKM Dolly. “Kalian kalau pernah dengar Dolly ya ini hasil karyanya sekarang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapten Mobil laboratorium PCR BNPB Sandi Andika mengungkapkan, ia mendapatkan berbagai pengalaman tak terlupakan selama berada di Surabaya. Apalagi masyarakat di Kota Pahlawan orangnya ramah-ramah. “Orangnya ramah dan menyenangkan. Banyak cerita lucu dan menarik di sini,” kata Sandi.
Selain itu, ia juga menceritakan antusias warga yang tinggi dalam mengikuti tes swab. Selama beberapa minggu di Surabaya, jumlah pasien yang dites sudah ribuan. Seperti misalnya yang sebelumnya dilakukan di Gelora Pancasila dan Hotel Asrama Haji.
“Antusias warga Surabaya cukup tinggi angkanya," ungkapnya. "Hanya ada satu dua orang yang akhirnya tidak jadi swab setelah registrasi."
Ia kemudian mengatakan jika mobil laboratorium PCR dari BNPB ini fokus pada tes swab untuk masyarakat. Sejak awal dioperasikan hingga Selasa (16/6), mobil tersebut telah melakukan tes swab sekitar 5 ribu. “Untuk kategori usianya beragam. Ada yang anak kecil sampai usia lanjut,” terangnya.
Dalam satu mobil laboratorium PCR itu terdapat enam orang yang mengendalikan. Enam orang tersebut masing-masing punya tugas dan fungsi. Mereka terdiri dari kapten, asisten kapten, swaber, ekstracen, analis dan petugas maintenance.
“Jadi setelah dari swaber kan perlu di ekstrak dulu setelah itu ada dari analis," katanya. "Analis itu yang berfungsi untuk memasukkan hasil dari spesimen ini ke dalam mesin dan dia menganalisis hasilnya."
(wk/nidy)