Ini Ancaman Anies Jika Pedagang Tak Mau Buka Pasar Dengan Sistem Ganjil-Genap
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta para pedagang mematuhi aturan sistem ganjil-genap dalam membuka kios di pasar, beri ancaman ini jika ada yang melanggar.

WowKeren - Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi yang merupakan proses adaptasi menuju new normal. Sejumlah aktivitas perekonomian pun sudah mulai dibuka di tengah pandemi virus corona (COVID-19), salah satunya adalah pasar tradisional.

Walau sudah dibuka, namun aktivitas di pasar tradisional harus tetap mengikuti protokol kesehatan COVID-19 yang telah disiapkan pemerintah. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan jika siap pedagang pasar wajib membuka kiosnya dengan sistem ganjil genap sesuai aturan.

Sistem ganjil genap dalam pasar akan dilakukan sesuai dengan nomor kios demi mencegah penyebaran virus corona. Toko dengan nomor genap akan buka pada tanggal genap dan toko nomor ganjil akan buka pada tanggal ganjil.

Anies menegaskan jika aturan tersebut wajib dipatuhi demi keselamatan para pedagang hingga pengunjung pasar. Menurutnya, aturan ini akan membuat kios pasar yang buka setidaknya hanya 50 persen saja sehingga berpotensi mengurangi risiko penyebaran COVID-19.


”Harus. Harus ganjil genap. Karena memang saat ini kapasitasnya hanya boleh 50 persen dulu demi keselamatan pedagangnya juga,” kata Anies di Stasiun Sudirman, Jakarta pada Kamis (18/6). “Jadi ini bukan semata-mata soal ganjil dan genap. Ini adalah soal keselamatan pedagang dan keselamatan pembeli.”

Jika ada pedagang yang tidak mau mematuhi aturan tersebut, Anies mengancam akan menutup seluruh pasar tradisional saja. Ia meminta agar pedagang bisa memilih agar bisa berjualan dengan sistem ganjil genap atau tidak berdagang sama sekali.

”Ganjil-genap sekarang atau tidak buka sama sekali. Kalau mau ikut ganjil-genap, kita buka sekarang,” tegas Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini. “Kalau tidak, tidak buka dan mereka kemudian ikut ganjil genap.”

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ferry Juliantono menilai pedagang pasar tradisional masih dipandang sebelah mata. Terlebih selama masa pandemi virus corona dimana pedagang pasar cenderung tidak diperhatikan kebutuhannya.

"Pedagang pasar perlu diketahui masyarakat luas, tetep berjualan untuk penuhi kebutuhan masyarakat," kata Ferry seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (17/6). "Selain rumah sakit, pasar harus buka, tapi pasar rentan terhadap itu."

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts