Pengunjung yang memasuki kawasan Monas nantinya harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh. Pengunjung juga diwajibkan untuk mencuci tangan sesuai protokol kesehatan COVID-19.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 18 Juni 2020 - 11:07 WIB
WowKeren - Monumen Nasional (Monas) menjadi salah satu kawasan wisata yang direncanakan bisa kembali beroperasi di masa fase pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi DKI Jakarta. Rencananya, Monas akan kembali beroperasi mulai Sabtu (20/6) pekan ini.
Meski demikian, akses keluar masuk Monas nantinya juga akan dibatasi. Menurut pihak pengelola Monas, hanya akan ada 2 pintu masuk yang dibuka di masa PSBB transisi.
"Akan dibatasi akses keluar masuknya. Pintu masuk hanya ada 2," tutur Kepala Seksi Ketertiban Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas Deddy Nurahmat di Jakarta, dilansir Antara, Rabu (17/6). "Yaitu di pintu barat daya dan pintu dekat Stasiun Gambir (pintu timur)."
Selain itu, pengunjung yang memasuki kawasan Monas nantinya harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh. Pengunjung juga diwajibkan untuk mencuci tangan sesuai protokol kesehatan COVID-19.
Menurut Deddy, setiap pintu masuk kawasan Monas akan diberi wastafel. Dengan demikian, masyarakat bisa mudah mencuci tangan kala berkunjung ke Monas.
"(Wastafel) banyak lah," jelas Deddy. "Kita buat kayak musholla di 1 titik ada 2 sampai 3 wastafel."
Tak hanya itu, para pengunjung nantinya juga harus mengikuti rute jalur yang telah disediakan di kawasan halaman Monas. Hal ini dilakukan untuk menghindari para pengunjung saling bertabrakan. Selama masa PSBB transisi ini, waktu operasional Monas dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.
"Kami pun telah menyiapkan rute-rute untuk pengunjung yang akan datang ke kawasan Monas," pungkas Deddy. "Insya Allah tidak akan ada pengunjung yang bertabrakan."
Di sisi lain, sektor pariwisata akan kembali dibuka secara bertahap di masa new normal. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah menyatakan bahwa kegiatan pariwisata dengan risiko rendah, yakni yang dianggap tak menimbulkan kerumunan, rencananya akan dibuka di masa new normal. Salah satunya adalah wisata alam.
Sebaliknya, kegiatan pariwisata dengan risiko tinggi adalah yang menimbulkan kerumunan seperti di Bali. Oleh sebab itu, wisata di Bali tak akan dibuka terlebih dulu selama masa new normal.
(wk/Bert)