Muncul klaster penyebaran virus corona di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Perempuan di Kabupaten Gowa, 79 narapidana dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.
- Ruth Meliana
- Kamis, 18 Juni 2020 - 15:20 WIB
WowKeren - Klaster penyebaran virus corona (COVID-19) kembali ditemukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Sunggumunisa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sebanyak 79 narapidana (napi) dinyatakan positif terinfeksi virus corona hingga Kamis (18/6) hari ini.
Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Gowa melaporkan adanya 62 napi positif COVID-19 pada Minggu (14/6) lalu. Kini, mereka kembali melaporkan adanya 17 orang yang dinyatakan positif corona.
”Dari 62 yang positif posisi Minggu (14 Juni) ditambah 17,” kata Anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Gowa, Gaffar seperti dilansir dari CNNIndonesia, Kamis (18/6). “Artinya kini sudah 79 warga binaan yang positif COVID-19.”
Gaffar lantas menjelaskan bagaimana pihaknya menangani puluhan kasus virus corona tersebut dalam tahanan. 17 napi baru yang dinyatakan terkena COVID-19 langsung menjalani isolasi di dalam Lapas, namun dipisahkan dari warga binaan lain yang sehat.
Sementara napi yang menunjukkan gejala virus corona parah akan langsung dievakuasi ke RS Dadi di Makassar. Sedangkan napi positif yang tidak gejala atau orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 akan dievakuasi ke Hotel Swiss Bell.
Kronologi penularan virus corona di dalam tahanan tersebut diduga berasal dari seorang pengunjung Lapas Sunggumunisa, bukan petugas. Hal ini dipercaya lantaran para petugas lapas telah menjalani tes corona dan hasilnya semua negatif.
”Diperkirakan penyebaran itu berasal dari pengunjung Lapas,” jelas Gaffar. “Sehingga segera akan dilakukan tracking (pelacakan) terhadap pengunjung.”
Juru Bicara RS Dadi Makassar, Yunus mengatakan setidaknya 54 napi Lapas Perempuan Sunggumunisa dirawat di RS Dadi. Yunus menyebut pihak lapas sudah empat kali membawa sejumlah napi yang positif.
”Sudah empat kali dikirim kesini (RS Dadi), pertama ada 6, kemudian 18, kemudian 20, kemarin terakhir ada 10 orang,” kata Juru bicara RS Dadi Yunus. “Salah satu diantaranya sudah dikembalikan di Lapas setelah dinyatakan sembuh.”
(wk/lian)