Pengamat meminta agar tidak hanya nama Prabowo Subianto saja yang digadang-gadangkan sebagai Calon Presiden (Capres) 2024, singgung masih banyak tokoh potensial lainnya.
- Ruth Meliana
- Kamis, 18 Juni 2020 - 16:10 WIB
WowKeren - Pemilihan Presiden (Pilres) 2024 masih begitu jauh. Namun, sejumlah lembaga telah melakukan survei elektabilitas mengenai kandidat yang dinilai berpotensi menjadi capres dalam 4 tahun mendatang di Indonesia.
Pengamat lantas mengeluhkan nama-nama yang sering diperbincangkan sebagai capres 2020, dimana seolah tidak pernah ada perubahan. Salah satunya adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang selalu digadang-gadangkan sebagai capres.
Selain Prabowo, nama lain yang terus mencuat adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Jawa Tenga Ganjar Pranowo. Pengamat menilai jika masyarakat masih bisa terus mencari tokoh potensial selain nama tersebut.
“Jadi kita harus sama-sama mencari tokoh yang potensial,” kata Founder Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio seperti dilansir dari Detik, Kamis (18/6). “Jangan berhenti di Anies Baswedan, Ganjar Prabowo, Ridwan Kamil, terbuka saja dengan tokoh-tokoh baru.”
Lebih lanjut Hendri menyoroti bagaimana Partai Gerindra mulai memunculkan wacana agar Prabowo kembali mencalonkan diri sebagai Capres 2024. Menurutnya, Prabowo memang seorang negarawan sejati. Namun ia juga mengingatkan kekalahan Prabowo dalam dua Pilpres terakhir.
”Prabowo kan sekarang Menhan, ya dia cari lah tokoh yang potensial,” ujar Hendri. “Jangan melulu dia lagi kan sudah tiga kali, jangan seolah-olah tidak ada tokoh yang pantas menjadi presiden selain dia.”
“Jadi biarkan terbuka saja, supaya masyarakat punya banyak pilihan,” sambungnya. “Banyak tokoh potensial yang bisa jadi pemimpin bangsa ke depan.”
Sementara itu, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menjelaskan mengenai wacana Prabowo yang akan nyapres kembali. Ia mengatakan jika Prabowo tentunya akan siap mencalonkan diri kembali sebagai presiden asalkan para kadernya menghendaki.
”Selama kekuatan, selama hayat masih dikandung badan, selama itu diminta oleh kader, selama partai memanggilnya, beliau insyaallah akan siap menghadapi,” ungkap Muzani dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6). “Akan siap memikul beban tugas partai tersebut.”
(wk/lian)