Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan jika hingga saat ini belum ada daerah yang berzona hijau sehingga kondisi ini mempengaruhi KBM.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 19 Juni 2020 - 10:29 WIB
WowKeren - Di salah satu provinsi dengan jumlah kasus positif COVID-19 tinggi di Indonesia, Jawa Timur, kegiatan belajar mengajar (KBM) belum bisa dilakukan secara normal. Sebab, sampai saat ini belum ada wilayah di Jatim yang sudah masuk ke zona hijau.
Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur Wahid Wahyudi. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim menginformasikan jika hingga saat ini belum ada daerah yang berzona hijau.
"Artinya, kami tetap memberlakukan proses belajar mengajar secara daring (online)," ujar Wahid. Sekolah-sekolah baru akan boleh dibuka jika sudah ada daerah yang berzona hijau. Namun tentu saja, KBM harus dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.
Salah satu upaya untuk mencegah penularan COVID-19 adalah dengan menjaga jarak. Upaya menjaga jarak dalam lingkup KBM bisa dilakukan jika jumlah murid lebih sedikit dari biasanya. Sehingga untuk itu, akan diberlakukan sistem shift.
Sistem shift ini hanya memungkinkan murid yang masuk sekolah hanya setengahnya saja. Sedangkan sisanya belajar di rumah. "Yakni 50 persen masuk sekolah dengan tatap muka, dan 50 persen siswa belajar di rumah," katanya.
Meski demikian, masih ada satu wilayah di Jawa Timur yang belum ditemukan kasus positif COVID-19. Adalah Pulau Sakala, pulau yang berada di wilayah terluar Jawa Timur yang berjarak sekitar 19 jam dari Sumenep, Madura. Pulau ini juga belum terjamah oleh akses internet.
"Tapi ada pembelajaran tatap muka di Pulau Sakala (Kepulauan Kangean) karena tidak terjangkau internet dan belum ditemukan kasus," lanjut Wahid. "Kita akan lihat kebijakan ke depan yang didasarkan pada laporan gugus tugas."
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan jika 94 persen siswa di Indonesia harus belajar melalui daring karena masih berada di wilayah zona merah, oranye, dan kuning. Hanya 6 persen siswa yang bisa belajar secara tatap muka karena sudah berada di zona hijau.
(wk/zodi)