Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyoroti soal banyaknya kasus masyarakat Indonesia yang takut dites COVID-19 sampai nekat mengusir petugas medis.
- Ruth Meliana
- Jumat, 19 Juni 2020 - 13:09 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia terus menggencarkan tes virus corona secara massal di Tanah Air demi menekan penyebaran COVID-19. Namun, ternyata banyak kasus penolakan tes virus corona di sejumlah wilayah Indonesia.
Fenomena tersebut rupanya mendapatkan sorotan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Menurutnya, berbagai penolakan yang terjadi tersebut karena munculnya beberapa kabar hoaks yang menyebabkan masyarakat jadi takut untuk mengikuti tes COVID-19.
Sri Mulyani juga turut menyesali banyaknya insiden penolakan tes COVID-19 hingga petugas medis yang akan melakukan pemeriksaan diusir oleh warga. Menurutnya, hal tersebut sangatlah lucu lantaran petugas medis hanya berusaha membantu namun justru ditolak masyarakat.
”Kalau di antara Anda ada dapatkan dari WA-nya di salah satu pasar orang yang mau melakukan testing COVID-19 malah diusir,” kata Sri Mulyani dalam Townhall Meeting Kemenkeu, Jumat (19/6). “Indonesia kan lucu itu, kebaikan bagi mereka malah dianggap mengganggu.”
Sri Mulyani lantas menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi ke masyarakat terkait tes virus corona. Terlebih, cara ini digunakan pemerintah untuk mencegah gelombang kedua (second wave) pandemi virus corona selama new normal.
”Itu tantangan edukasi kita. Mungkin mereka juga lihat WA banyak hoaks,” sambungnya. “Nah Anda (Kemenkeu) bagian dari pemerintah yang harus ikut membantu menghadapi tantangan yang tak mudah ini.”
Lebih lanjut Sri Mulyani membela sejumlah kebijakan pemerintah saat ini yang kerap memicu kontroversi. Menurutnya, saat ini tidak ada negara di dunia yang benar-benar siap dan berhasil sepenuhnya dalam menangani pandemi virus corona.
Oleh sebab itu, setiap negara tentunya menghadapi tantangan yang sama yaitu ingin mengalahkan pandemi virus corona. Meski demikian, situasi yang dihadapi setiap negara berbeda-beda sehingga tidak bisa dibandingkan.
”Belum tentu lockdown itu bagus. Belum tentu juga. Di tengah pandemi ini kerendahan hati kita diuji,” pesan Sri Mulyani. “Paling penting adalah jangan jemawa, arogan dan sok tahu. Dan sok paling benar. Seluruh dunia hadapi ini, trial and error.”
(wk/lian)