Pasien positif virus corona (COVID-19) di Sumatera Selatan langsung menjadi buronan setelah nekat kabur dari rumah sakit dengan menjebol plafon. Bagaimana kronologinya?
- Ruth Meliana
- Sabtu, 20 Juni 2020 - 15:12 WIB
WowKeren - Kejadian pasien virus corona (COVID-19) yang kabur dari rumah sakit kembali terjadi lagi. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di salah satu rumah sakit Sumatera Selatan (Sumsel).
Pasien berinisial ND (25) ini pada awalnya menjalani perawatan di RSUD Talang Ubi, Penukal Abab Lematang Ilir (Pali). Namun, ia kemudian kabur tak lama setelah dinyatakan terinfeksi virus corona dengan menjebol plafon kamar mandi rumah sakit.
”Benar, ada pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD Talang Ubi kabur kemarin pagi,” kata Ketua Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Pali, Junaidi Anuar seperti dilansir dari Detik pada Kamis (18/6). “Ia menjebol atap kamar mandi rumah sakit.”
Akibatnya, pasien tersebut saat ini menjadi buronan Gugust Tugas COVID-19. Kronologi peristiwa kaburnya ND diketahui saat tim medis akan melakukan swab test yang kedua kalinya. Sebelumnya, sang pasien telah menjalani swab test pertama pada 29 Mei lalu dan dinyatakan positif virus corona.
Pasien ND disebutkan pihak rumah sakit masih terlihat ada di dalam kamar pada Rabu (17/6) sekitar pukul 06.45 WIB. Namun sekitar pukul 07.00 WIB saat petugas mengantar makanan, pasien sudah tak ada lagi.
Petugas pun langsung mencari sang pasien di rumah keluarganya, namun ternyata yang bersangkutan tidak ada disana. “Status kabur masih positif COVID-19. Kita sudah datangi pihak keluarga juga, tetapi sampai saat ini belum diketahui ke mana,” jelas Junaidi.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Talang Ubi, Fitri menjelaskan sang pasien nekat kabur lantaran diduga takut akan dirujuk ke Palembang. Ia membeberkan jika ND rupanya berstatus orang tanpa gejala (OTG) COVID-19.
”Pasien ND ini hasil swab positif COVID-19. Kami sudah cari dan temui pihak keluarga pasien,” terang Fitri. “Itu baru wacana bakal dirujuk karena ND berstatus OTG, tapi harus ada persetujuan juga dari pasien. Apalagi rumah sehat kita dan RSUD masih bisa menampung meski terus ada penambahan kasus.”
Fitri lantas meminta keluarga dan masyarakat yang mengetahui keberadaan ND dapat segera menghubungi rumah sakit. Terlebih, ND kabur saat dirinya belum dinyatakan sembuh dari virus corona sehingga berpotensi besar menularkannya kepada orang lain.
(wk/lian)