BSSN Tegaskan Tak Ada Kebocoran Data Pasien COVID-19 di RI
Nasional

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan tidak ada penjualan 230 ribu data pasien virus corona (COVID-19). Sebelumnya, beredar kabar data tersebut telah diretas hacker dan dijual di pasar gelap 'RaidForums'.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Indonesia dibuat geger dengan dengan rumor soal kebocoran data tes virus corona (COVID-19). Sebanyak 230 ribu data tes tersebut dikabarkan diretas oleh hacker dan dijual di pasar gelap "RaidForums".

Terkait rumor tersebut, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan tidak ada penjualan 230 ribu data yang dimaksudkan. Untuk mengungkap perdagangan ilegal di dunia maya itu, BSSN melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas terkait.

"BSSN telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas terkait untuk memastikan bahwa tidak ada akses tidak sah yang berakibat kebocoran data pada sistem elektronik dan aset informasi aktif penanganan pandemi COVID-19," ungkap Juru Bicara BSSN Anton Setiyawan dalam siaran persnya, Minggu (21/6).


BSSN sendiri telah dan akan terus mengambil langkah-langkah yang terukur guna memastikan keamanan sistem elektronik, serta meningkatkan kolaborasi aktif dengan semua unsur dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah dalam hal pengamanan data terkait penanganan pandemi COVID-19.

Pada kesempatan ini, BSSN juga mengajak semua unsur yang terlibat dalam penanganan pandemi Corona agar menerapkan Standar Manajemen Pengamanan Informasi dan membangun budaya keamanan siber dalam pengelolaan sistem elektroniknya.

Jika ada akses tidak sah terhadap suatu sistem elektronik, maka akan diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun dan/atau denda paling banyak Rp 700 juta sesuai Pasal 46 Ayat 2 UU 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Mengimbau semua pihak untuk turut berpartisipasi aktif dalam penanganan pandemi COVID-19 dan tidak memanfaatkan situasi ini demi kepentingan pribadi/kelompok," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menegaskan bahwa database tes Corona Indonesia aman, termasuk pula hasil cleansing-nya. "Data tes COVID-19 dan hasil cleansing yang ada di pusat data Kominfo, saya pastikan aman," ujar Johnny pada Sabtu (20/6). "Tapi kami akan terlusuri pemberitaan ini."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait