Elektabilitas Anies Menurun Gara-Gara Tak Disukai Pemilih Jokowi?
Nasional

Sebagai informasi, hasil survei Indikator Politik pada Mei 2020 menunjukkan bahwa elektabilitas Anies Baswedan turun 2 persen dibanding hasil survei Februari 2020.

WowKeren - Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menurun usai pandemi corona terjadi menurut hasil survei Indikator Politik pada Mei 2020. Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi menilai bahwa turunnya elektabilitas Anies disebabkan oleh pemilih partisan di Pilpres 2019.

Menurut Burhanuddin, setidaknya ada 2 variabel yang mempengaruhi elektabilitas seorang tokoh. Yang pertama adalah popularitas, dan yang kedua adalah sikap partisan.

Anies dinilai Burhanuddin memiliki popularitas yang sangat tinggi. Namun, Anies tidak disukai oleh pemilih yang sebelumnya sudah memiliki tendensi mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019 lalu.

"Orang memilih bukan karena semata kinerja. Ada faktor lain, misal pilihan di 2019," ungkap Burhanuddin dalam webinar pada Minggu (21/6). "Kenapa pendukung Pak Jokowi kurang tertarik dukung Mas Anies? Ini jawabannya partisan."


Sebagai informasi, hasil survei Indikator Politik pada Mei 2020 menunjukkan bahwa elektabilitas Anies turun 2 persen dibanding hasil survei Februari 2020. Burhanuddin lantas menyebut bahwa pandemi coorna membuat elektabilitas kepala daerah meningkat, salah satunya adalah Ridwan Kamil.

Namun dalam kasus Anies, hal yang berbeda justru berbeda. Karena Anies sudah populer, maka sorotan media terhadap kebijakan-kebijakannya di tengah pandemi pun sudah tidak banyak berpengaruh.

"Di survei bulan Februari Mas Anies ini dikenal. Artinya kalau sering tampil di media itu tidak terlalu banyak gunanya," terang Burhanuddin. "Jadi kalau sudah dikenal lebih dari 90 persen, ruang menaikkan elektoral bukan dari popularitas. Tapi dari kinerja, tingkat kesukaan, dan seterusnya."

Meski popularitasnya lebih tinggi dibanding yang lain, tingkat kesukaan kepada Anies justru lebih rendah dibanding rata-rata kepala daerah lain. Berdasarkan hasil survei Februari 2020, tingkat disukai Anies berada di angka 60 persen, sementara kepala daerah lain tingkat disukainya tidak ada yang di bawah 80 persen.

Menurut Burhanuddin, tingkat kesukaan ini sulit diubah, berbeda dari popularitas yang dapat terangkat lewat sorotan media. "Padahal menurut voting behaviour akan jauh lebih mudah meningkatkan elektabilitas dari sisi popularitas ketimbang dari sisi peningkatan kesukaan," pungkas Burhanuddin.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait