Trombosis Disebut Sebagai Penyebab Kematian Pasien COVID-19, Ini Faktanya
Health

Di Media sosial beredar informasi yang menyebutkan jika kematian pasien positif corona (COVID-19) disebabkan oleh bakteri dan gumpalan darah (trombosis). Merespon kabar ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pun buka suara.

WowKeren - Media sosial beberapa waktu lalu dihebohkan dengan kabar yang menyebutkan tentang bakteri yang menyebabkan kematian pada pasien-pasien positif corona (COVID-19). Kabar tersebut menjadi topik hangat di media sosial Facebook.

Sang pemilik akun yang mengunggah informasi tersebut menyebutkan bahwa dokter di Italia telah menemukan obat penangkal COVID-19. Dalam postingan terdapat klaim bahwa informasi berasal dari dokter di Italia yang tidak mematuhi hukum kesehatan dunia WHO.

Menanggapi ramainya rumor terkait bakteri dan gumpalan darah penyebab kematian pasien-pasien corona, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melakukan penelusuran fakta sekaligus menegaskan bahwa penyebab utama kematian pasien dikarenakan kegagalan pernapasan atau sesak napas dan bukan disebabkan trombosis. Sekedar informasi, trombosis sendiri merupakan suatu penyakit yang terjadi akibat terbentuknya gumpalan darah (trombus) dalam pembuluh darah.


Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 juga melampirkan beberapa penjelasan dan artikel yang membantah klaim tersebut. Salah satunya adalah artikel berjudul "Fact Check: Blood clot the main reason for COVID-19 death, claims conspiracy theory" yang ditayangkan situs indiatoday.in pada 25 Mei 2020.

Dilansir Klikdokter, trombosis arteri umumnya terjadi pada individu yang telah mengalami aterosklerosis, atau penumpukan plak, di dalam pembuluh darah arteri. Aterosklerosis menyebabkan terjadinya penumpukan deposit ateroma, atau plak lemak, pada dinding pembuluh darah tersebut.

Aterosklerosis umumnya terjadi pada area di mana aliran darah mengalami turbulensi. Proses tersebut dapat mengalami percepatan apabila tubuh terekspos faktor risiko yang berat. Hal ini juga dapat terjadi lebih sering saat seseorang bertambah usia dan pada orang dengan riwayat keluarga mengalami penyakit tersebut.

Gejala-gejala umum trombosis ditandai dengan nyeri dada sesak napas, pusing, pucat, keringat dingin, mual dan muntah. Jika mengalami gejala tersebut, Anda bisa mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan dan resep obat. Untuk mencegah terjadinya trombosis atau penggumpalan darah sendiri, obat yang biasa dikonsumsi mengandung aspirin (acetylsalicylic acid).

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait