BREAKING: Kasus COVID-19 Capai 47.896, Pasien Sembuh Tembus 19 Ribu Orang
Nasional

Adapun pemeriksaan spesimen dalam 24 jam terakhir mencapai 17.908 spesimen. Pemeriksaan ini meliputi tes PCR dan juga TCM. Dengan demikian, Indonesia telah melakukan pemeriksaan terhadap 666.219 spesimen.

WowKeren - Pemerintah Indonesia kembali melaporkan perkembangan kasus COVID-19 di Tanah Air. Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto, mengumumkan adanya tambahan 1.051 kasus COVID-19 pada Selasa (23/6) hari ini.

Dengan demikian, total jumlah kasus COVID-19 di Tanah Air telah mencapai 47.896. Pasien COVID-19 tersebar di 442 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Sementara itu, jumlah pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh mendapat tambahan sebanyak 506 orang pada hari ini. Dengan demikian total jumlah pasien sembuh kini telah mencapai 19.241 orang.

Kemudian jumlah pasien COVID-19 yang dilaporkan meninggal dunia bertambah sebanyak 35 orang. Dengan demikian, total jumlah pasien meninggal kini telah mencapai 2.535 orang.

Adapun pemeriksaan spesimen dalam 24 jam terakhir mencapai 17.908 spesimen. Pemeriksaan ini meliputi tes PCR dan juga TCM. "Sehingga kumulatif sampai dengan saat ini kita telah melakukan pemeriksaan sebanyak 666.219 spesimen," jelas Yuri dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube BNPB Indonesia pada hari ini.


Terkait sebaran kasus positif COVID-19 baru pada hari ini, provinsi Jawa Timur kembali menjadi penyumbang tertinggi. "Ada 5 provinsi yang melaporkan kenaikan kasus yang cukup signifikan," ungkap Yuri.

Jatim melaporkan 258 kasus positif COVID dan 60 pasien sembuh pada hari ini. Kemudian DKI Jakarta melaporkan 160 kasus positif COVID-19 dan 100 pasien sembuh.

Setelah itu ada Sulawesi Selatan yang melaporkan 154 kasus COVID-19 dan 42 pasien sembuh. Lalu Sumatera Utara 117 kasus COVID-19 dan 3 sembuh. Dan di peringkat 5 ada Papua yang melaporkan 55 kasus COVID-19 dan 0 pasien sembuh.

Di sisi lain, Kota Surabaya merupakan wilayah dengan kasus COVID-19 tertinggi di Jatim. Meski begitu, laju kasus COVID-19 di Kota Pahlawan beberapa waktu terakhir telah mengalami perlambatan.

Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan penelusuran dan penanganan kasus yang masif. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Risma menjelaskan pihaknya sudah mengubah konsep penelusuran kasus atau tracing dari lingkup kampung atau wilayah menuju ke lingkup yang lebih kecil lagi yakni komunitas seperti komunitas pasar, guru, industri, mall, hotel, dan sebagainya. Jika satu dari anggota komunitas itu terdeteksi positif maka seluruh anggota komunitas akan diisolasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait