Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono menjelaskan bahwa nantinya para aparat akan menjaga penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di tempat wisata alam.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 23 Juni 2020 - 17:07 WIB
WowKeren - Sektor pariwisata Indonesia sempat mengalami krisis akibat pandemi corona. Kini, pemerintah menerjunkan personel TNI dan Polri untuk membantu pemulihan sektor pariwisata.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono. "Tugas kami bagaimana meyakinkan wisatawan baik domestik maupun internasional agar kembali melancong di Indonesia tanpa khawatir akan penularan COVID-19," jelas Argo dalam keterangannya pada Selasa (23/6).
Menurut Argo, nantinya para aparat akan menjaga penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di tempat wisata alam. Adapun langkah ini merupaka tindak lanjut keputusan Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 terkait pembukaan kembali kawasan- kawasan pariwisata alam secara bertahap.
"Personel TNI-Polri akan ikut membantu pemerintah, dalam hal ini Gugus Tugas," tutur Argo. "Dalam mengatur dan mengedukasi masyarakat agar menghabiskan waktu liburannya di tempat wisata tetap menerapkan standar protokol kesehatan."
Lebih lanjut, Argo menjelaskan bahwa kehadiran aparat bukan hanya untuk penegakan hukum semata. Nantinya, personel TNI dan Polri juga akan mengedukasi masyarakat secara persuasif terkait protokol kesehatan di tempat wisata.
Langkah ini disebut Argo telah sejalan dengan rencana pemerintah untuk menerapkan new normal alias tatanan hidup baru di tengah pandemi corona. "Dengan begitu, pola adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman COVID-19 akan bisa terwujud," kata Argo.
Sementara itu, sejumlah taman wisata alam pun dibuka secara bertahap menjelang penerapan new normal. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengemukakan sejauh ini telah ada 29 tempat wisata yang dibuka.
Adapun sejumlah provinsi yang diperbolehkan untuk membuka kawasan wisata secara bertahap antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan. Untuk Bali, yang selama ini menjadi primadona wisata di Indonesia, akan dibuka tergantung pada kondisi penyebaran COVID-19. Begitu juga dengan Sulawesi Selatan.
(wk/Bert)