Telah jalani PSBB Transisi 3 pekan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya memberikan jawaban terkait rencana pembukaan bioskop di tengah pandemi virus corona.
- Ruth Meliana
- Selasa, 23 Juni 2020 - 18:29 WIB
WowKeren - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi menuju new normal. Dalam PSBB Transisi ini, pemerintah telah melakukan pelonggaran secara bertahap di sejumlah sektor.
Pelonggaran ini dilakukan dengan mulai kembali membuka perkantoran hingga perniagaan seperti mal. Rumah ibadah juga telah diperbolehkan dibuka oleh pemerintah dengan syarat selalu menerapkan protokol kesehatan COVID-19.
Pariwisata dan sejumlah hiburan juga akan dibuka kembali. Tentunya, rencana pembukaan bioskop yang merupakan salah satu tempat hiburan juga menjadi pertanyaan sejumlah pihak.
Namun, Pemprov DKI menyatakan jika pembukaan bioskop masih belum diputuskan hingga saat ini. Keputusan untuk membuka bioskop di DKI saat ini menjadi keputusan dari Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Meski demikian, Pemprov DKI mengaku akan terus mengupayakan pembukaan bioskop.
”Jadi bioskop ya kita usahakan, kita dorong (dibuka kembali),” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia seperti dilansir dari CNNIndonesia, Selasa (23/6). “Tapi nanti keputusannya di Tim COVID-19.”
Penutupan bioskop di ibu kota sendiri telah dilakukan sejak pertengahan Maret lalu. Saat itu, Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menutup bioskop setelah berstatus darurat penyebaran virus corona.
Penutupan bioskop diatur dalam Surat Edaran dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta No 60/SE/2020 tentang Penutupan Sementara Kegiatan Operasional Industri Pariwisata Dalam Upaya Kewaspadaan Terhadap Penularan Infeksi Coronavirus Disease (COVID-19). Dalam surat edaran itu, ada 14 kegiatan usaha di bidang pariwisata dan hiburan, termasuk bioskop untuk tutup sementara.
Cucu sendiri menyebutkan jika pihaknya juga masih melakukan evaluasi PSBB Transisi apakah dinilai sukses atau tidak dalam menahan laju penyebaran COVID-19. “Ya kita lihat (PSBB transisi) fase satu. Ini kan fase dua ini tidak berarti ini tambah dilonggarkan, ke depan bisa jadi tetap bisa jadi diperketat,” pungkasnya.
(wk/lian)