Heboh makhluk gaib diduga membunuh ternak, Analisis Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) membeberkan alasan banyak warga Indonesia menyukai hal-hal mistis.
- Ruth Meliana
- Selasa, 23 Juni 2020 - 20:16 WIB
WowKeren - Peristiwa matinya puluhan ternak di Tapanuli Utara (Taput) telah menggegerkan warga setempat. Mereka mempercayai jika kejadian tersebut merupakan ulah dari makhluk gaib homang.
Dalam cerita masyarakat setempat, homang digambarkan sebagai makhluk besar berwarna hitam, punya bulu panjang, hingga kuku panjang untuk mencakar mangsa. Homang disebut-sebut tinggal di dalam hutan yang jarang dikunjungi manusia. Ada pula cerita soal homang yang bisa membuat orang tersesat di dalam hutan karena bisa meniru suara manusia.
Kepala Laboratorium Departemen Ilmu Sosiologi Universitas Sumatera Utara (USU), Muba Simanihuruk lantas menanggapi insiden tersebut. Ia menjelaskan mengapa banyak masyarakat Indonesia yang sering mengaitkan suatu peristiwa dengan hal-hal mistis.
Muba mengatakan jika fenomena kepercayaan warga Tanah Air kepada hal mistis juga terjadi di luar negeri. Menurutnya, berbagai negara lain yang bahkan lebih modern dan rasional juga masih kerap mempercayai berbagai mitos seputar hal-hal gaib.
”Realitas sosiologi masyarakat kita itu dan itu bukan hanya monopoli di Indonesia,” jelas Muba seperti dilansir dari Detik, Selasa (23/6). “Di belahan dunia manapun, bahkan negara maju sekalipun satu kakinya melangkah ke nilai-nilai modern yang rasional, tapi satu lagi kakinya terhambat di masa lalu kepada nilai-nilai patrimonial dan mistis.”
”Bukan hanya masyarakat, mungkin sebagian kalangan terdidik kita itu seringkali tingkat literasinya itu rendah,” sambungnya. “Dalam arti, mereka berpaling ke hal-hal yang mistis, yang irasional, bukan mencari rasa ingin tahu kepada hal hal yang rasional dalam ilmu pengetahuan.”
Muba menganggap jika kepercayaan warga Taput pada makhluk gaib homang yang dinilai telah membunuh puluhan ternak mereka sebagai hal lumrah. Ia memberi alasan jika kurangnya keinginan sebagian masyarakat untuk melihat sesuatu dari sisi ilmu pengetahuan membuat kepercayaan terhadap hal mistis semakin tinggi.
"Itu tadi, kaki kita ikat ke belakang, ke masa lalu, ke romantisme hal-hal mistis, irasional," tutur Muba. "Di sisi lain, kita melangkah ke arah modren yang rasional."
(wk/lian)