Jatim Tembus 10 Ribu Kasus, Gugus Tugas Beber Fakta Mengerikan Penularan Corona di Surabaya
Instagram/dishubsurabaya
Nasional

Gugus Tugas COVID-19 Jatim menjelaskan alasan di balik peningkatan signifikan kasus positif yang kini totalnya mencapai 10 ribu kasus lebih. Salah satunya terkait 'mengerikannya' situasi di Surabaya.

WowKeren - Perkembangan wabah virus Corona di Jawa Timur memang dinilai sangat mengkhawatirkan lantaran begitu cepat. Bahkan Selasa (23/6) kemarin menandai masuknya Jatim ke era "10 ribu kasus positif Corona", nyaris menyamai DKI Jakarta.

Untuk informasi, sebanyak 274 kasus positif dikonfirmasi di Jatim pada Selasa kemarin. Alhasil total kasus kumulatifnya mencapai 10.092, dengan 4.878 diantaranya berada di Surabaya.

Tentu menjadi pertanyaan banyak pihak, mengapa Jatim sampai "memanen" puluhan ribu kasus itu dalam rentang waktu yang sangat singkat. Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, Makhyan Jibril Al-Farabi pun membeberkan alasannya yang sedikit banyak "menyalahkan" Surabaya.

Rupanya hal ini berkaitan dengan attack rate (tingkat serangan) dan rate of transmission (laju penularan) di Surabaya yang begitu tinggi. Menurut Makhyan, laju penularan COVID-19 di Jatim saat ini mencapai 1,0, sementara di Surabaya sendiri sampai 1,4.

Apa arti dari angka ini? Maksudnya adalah dalam rentang masa reproduksi virus selama 5-7 hari, dari 10 orang positif Corona akan "membengkak" menjadi 14 orang.


"Semakin angka transmission rate-nya di atas 1, maka potensi terbentuknya kasus baru akan semakin tinggi," ujar Makhyan, Selasa (23/6). "Karena ini masih naik terus maka pertumbuhan kasus barunya ya akan masih jalan."

Sedangkan tingkat serangannya menyentuh angka 189,3, jauh lebih tinggi ketimbang terakhir kali dipublikasikan yang mencapai 139,7. Angka ini menunjukkan sekitar 190 dari 100 ribu orang Surabaya positif COVID-19.

Lebih lanjut angka ini praktis menjadikan Surabaya sebagai kota dengan tingkat serangan virus Corona tertinggi di Indonesia. Dan angka ini diprediksi akan semakin meningkat seiring dengan dilonggarkannya masa restriksi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Dalam sepekan, naiknya dari 138,7 menuju 189,3," tutur Makhyan, seperti dilansir dari Kompas, Rabu (24/6). "Untuk attack rate ini sangat mengkhawatirkan."

"Yang harus kita sama-sama waspada adalah Kota Surabaya masih belum aman," pungkasnya serta menegaskan kepada masyarakat bagaimana protokol kesehatan di tengah pandemi Corona. "Meski sudah tidak PSBB, masyarakat tidak bisa kemudian euforia dan sebebas-bebasnya tidak memperhatikan protokol kesehatan."

Selain itu, Makhyan juga menegaskan pihaknya terus meningkatkan tracing dan deteksi kasus positif COVID-19 di berbagai wilayah Jatim. Hal itulah yang membuat angka kasus positifnya bertambah dengan begitu luar biasa.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait