Pertumbuhan ekonomi Indonesia diketahui melambat di tengah pandemi Corona. Bahkan belakangan muncul kekhawatiran Indonesia akan masuk dalam jurang resesi apabila ekonomi di Kuartal III 2020 tak membaik.
- Elvariza Opita
- Rabu, 24 Juni 2020 - 11:59 WIB
WowKeren - Pandemi virus Corona diketahui tak hanya berdampak terhadap sektor kesehatan tetapi juga masalah perekonomian. Tak terkecuali Indonesia yang bahkan diprediksi bakal masuk dalam jurang "resesi" akibat wabah ini.
Dan di tengah situasi itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menemukan hal tak terduga. Pasalnya banyak usulan anggaran dari kementerian atau lembaga yang tak sesuai program dan berpotensi menyebabkan pemerintah boros tanpa manfaat apa-apa.
Bahkan beberapa diantaranya begitu "tak masuk akal" seperti membeli motor trail sampai pembangunan pagar Puskesmas. Menurut Suharso, biasanya alokasi anggaran "tak penting" ini sekadar dipaksakan untuk menyesuaikan dengan suatu program, misalnya motor trail untuk program revolusi mental.
"Ada program revolusi mental, kemudian saya kejar isinya apa? Belanja modal untuk beli motor trail. Mungkin bisa juga penjelasannya beli motor trail untuk pergi sampai ke kampung kampung," ujar Suharso, Selasa (23/6). "Nah, itu loh yang ingin kami hindari ke depan."
Atau misalnya pengadaan pembangunan pagar baru untuk Puskesmas yang kerap diajukan. Dalam pengajuannya, mereka menyebut pembangunan pagar ini untuk menyukseskan program penurunan tingkat gizi buruk alias stunting. Suharso jelas menilai ini tidak tepat.
"Program stunting saya zoom-zoom dengan KRISNA sampai kemudian ada di kementerian apa itu?" beber Suharso, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (24/6). "Ikut program stunting dan isinya itu memperbaiki pagar Puskesmas."
Di sisi lain, sejumlah pihak mulai mengkhawatirkan Indonesia akan masuk dalam jurang resesi akibat wabah virus Corona. Seperti dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menyebut Indonesia berpotensi mengalami resesi apabila pertumbuhan ekonominya negatif terus selama 2 kuartal berturut-turut.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II 2020 sendiri memang mengalami pelambatan yang signifikan sebagai akibat pandemi Corona. Oleh karenanya pemerintah melakukan berbagai upaya demi menjaga agar Indonesia tak mengalami situasi serupa pada Kuartal III 2020, salah satunya dengan menyarankan penerapan new normal.
(wk/elva)