Mahasiswa Bioteknologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengenalkan peralatan makan sekali pakai yang bisa dimakan. Seperti apa?
- Neressa Prahastiwi
- Rabu, 24 Juni 2020 - 16:00 WIB
WowKeren - Pandemi COVID-19 membuat masyarakat menghindari aktivitas di luar rumah. Layanan jasa antar makanan lantas menjadi semakin diminati. Akibatnya, penggunaan sedotan dan sendok plastik tentu juga makin meningkat.
Peningkatan sampah plastik tentu bukan sebuah kabar baik. Namun, dua mahasiswa Bioteknologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta memiliki solusi brilian. Keduanya menciptakan peralatan makanan yang diberi nama Bio straw dan Bio tools.
"Tujuan dari produksi Bio tools untuk menyediakan pilihan peralatan makan sekali pakai yang dapat mengurangi penggunaan plastik dan styrofoam," ujar Panji Agung Nugroho selaku perwakilan tim dilansir dari Kumparan.
Bio tools merupakan produk peralatan makan sekali pakai yang terbuat dari bahan gandum dan katul. Kelebihan dari Bio tools ialah setelah dipakai bisa langsung dimakan. Inovasi tersebut membuat sedotan dan alat makan menjadi ramah lingkungan.
"Proses pembuatannya diawali dengan pembuatan adonan, pencetakan menjadi bentuk alat, pengovenan dan pengemasan," ungkap Panji. "Sekali produksi dibutuhkan sekitar 2 jam."
Produk Bio tools dan Bio straw sebenarnya akan dipamerkan dalam kompetisi internasional. "Rencananya 2 produk inovasi ini akan kami ikutkan dalam pagelaran i-Finog 2020 yang diadakan di Malaysia, tapi karena ada pandemi ini jadi acara tersebut ditunda," pungkas Panji.
Sedangkan Bio straw merupakan sedotan ramah lingkungan yang terbuat dari tepung kanji singkong. Baik Bio tools maupun Bio straw rencananya akan dijual secara online. Berminat?
(wk/nere)