Khofifah Blak-Blakan Bongkar Penyebab 'Ledakan' Kasus Corona Di Jatim
Instagram
Nasional

Temui Jokowi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa blak-blakan membongkar penyebab kasus virus corona di Jatim terus mengalami peningkatan yang signifikan.

WowKeren - Provinsi Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir telah mencatatkan penambahan kasus virus corona (COVID-19) tertinggi di Indonesia. Bahkan, angka kematian akibat virus corona di Jatim menjadi yang tertinggi di Tanah Air.

Situasi tersebut mendapatkan perhatian serius dari Presiden Joko Widodo yang langsung terbang ke Surabaya, Jatim. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa lantas memberikan laporan kepada Jokowi terkait penyebab melesatnya kasus virus corona di Jatim.

Khofifah mengungkapkan jika ledakan kasus COVID-19 di wilayahnya disebabkan karena kurangnya kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol COVID-19 di depan umum. Hal tersebut berdasarkan temuan IKA FKM Universitas Airlangga (Unair).

Dalam penelitian Unair, ditemukan jika 60 persen warga yang berada di tempat ibadah, pasar, dan cangkrukan terlihat tidak patuh protokol pencegahan virus corona. Mereka terlihat tidak memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun.


Mantan Menteri Sosial (Mensos) ini juga mengatakan jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim kerap membagikan masker dan face shield di pasar tradisional. Namun, banyak warga yang tetap tidak menggunakannya. Bahkan, Khofifah mengklaim jika 89 persen orang yang berada di pasar tidak menjaga jarak.

”Di tempat ibadah yang aktif masih 81,7 persen, yang tak pakai masker (di tempat ibadah) 70,6 pesen,“ beber Khofifah menyampaikan paparan di depan Jokowi di Surabaya, seperti dilansir dari Kumparan, Kamis (25/6). “Tidak physical distancing 64,6 persen.”

”Di tempat cangkrukan ada 72,5 persen yang aktif,” sambungnya. “Yang 88,2 persennya tidak menggunakan masker, 89 persen tidak physical distancing.”

Selain itu. Khofifah juga membongkar penyebab lain yang memicu tingginya kasus corona. Menurutnya, banyak warga Jatim yang tidak mematuhi anjuran pemerintah semasa Lebaran untuk melakukan silahturahmi secara virtual saja.

”Imbauan kami pada saat lebaran supaya silaturahmi virtual, itu tak mudah ajak masyarakat halalbbihalal secara digital, ternyata dianggap kurang afdol,” ungkap Khofifah. “Ini harus jadi warning kita semua bahwa memang percepatan penularan COVID-9 luar biasa.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait