BNN Ungkap Penyebab Narkoba Sintetis Lebih Berbahaya Ketimbang Yang Alami
Nasional

Di Indonesia, NPS merupakan salah satu narkotika populer. Bahkan popularitasnya mengalahkan ganja. Adapun yang termasuk narkoba sintetis ini adalah methamphetamine, derivate chatinone.

WowKeren - Badan Narkotika Nasional membeberkan bahaya narkoba jenis sintetis dibanding yang alami. Zat psikoaktif baru (New Psychoactive Substance) atau NPS disebut memiliki potensi membahayakan kesehatan tubuh.

Brigjen (Pol) Mufti Djusnir Kepala Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap jika narkoba jenis sintetis memberikan efek lebih buruk. Adapun yang termasuk narkoba sintetis ini adalah methamphetamine, derivate chatinone.

"Yang jelas, narkoba jenis sintetis ini seperti derivate methamphetamine, derivate chatinone; (sabu, methylone, tembakau gorila, dan lainnya)," kata Mufti dilansir Antara, Jumat (26/5). "Efek yang ditimbulkan lebih buruk dibandingkan narkotika alami (ganja, heroin, cocain)."


Secara kimiawi, NPS mirip dengan obat psikoaktif kuat dan adiktif lainnya seperti metamfetamin, heroin, ganja dan kokain. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Dr. Mohamed Zakir Karuvetil, seorang konsultan di The National Addictions Management Service, Institute of Mental Health, di Singapura.

NPS jika dikonsumsi secara terus-menerus dapat menyebabkan sakit kepala, tremor, agitasi, dan insomnia ketika sang penggunanya berhenti memakai. Tak hanya itu, dalam kasus lain juga ada kemungkinan perubahan kondisi mental akut, paranoia, gangguan pikiran, halusinasi, suasana hati yang buruk. Bahkan yang lebih parah, bisa menimbulkan rasa cemas hingga menumbuhkan keinginan untuk bunuh diri.

"Beberapa individu yang rentan dapat lebih sensitif terhadap sifat kecanduan NPS," kata Karuvetil dilansir Strait Times, Jumat (26/6). "Dan karena itu bisa mengembangkan komplikasi medis, seperti paranoia ekstrem, halusinasi, kecenderungan bunuh diri dan mengubah status mental."

Sementara itu di Indonesia, NPS merupakan salah satu narkotika populer. Bahkan popularitasnya mengalahkan ganja. "Untuk tren narkoba yang beredar di Indonesia sampai dengan sekarang, masih dominan NPS, yaitu Meth Amphetamine (sabu), serta sintetis lainnya derivat Chatinone, canaboid syntetic (ganja sintetis). Sedangkan ganja, pada posisi kedua," tutur Mufti.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait