Sepeda Listrik Buatan Lombok Laku di Pasar Amerika, Paling Murah Rp16 Juta
SerbaSerbi

Sepeda listrik buatan Gede Sukarma Jaya kini telah dilirik oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Rencananya, sepeda listrik akan dijadikan kendaraan dinas.

WowKeren - Sepeda listrik Le-Bui belakangan viral diperbincangkan di media sosial. Sepeda listrik garapan warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu ternyata dijual dengan harga mulai Rp16 juta. Bisnis tersebut sudah ditekuni sang perancang, Gede Sukarma Jaya, selama 4 tahun terakhir.

Pembeli Le-Bui ternyata sudah sampai Australia. Le-Bui pesanan seorang warga negara Australia yang belakangan viral itu diberi nama Matador. Untuk varian Matador tersebut dijual dengan harga Rp55 juta.

"Yang kemarin dicoba pak gubernur itu saya kasih nama Matador," ujar Gede mengutip dari Kumparan. "Sebenarnya ini punya salah satu konsumen saya asal Australia, dia belum sempat ambil karena travel warning dari negaranya. Saya diminta untuk merawat dulu."

Harga Le-Bui varian Matador lebih mahal karena pembuatannya paling rumit. Matador dilengkapi dinamo motor 3.000 watt dan baterai 72 volt 30 Ah sehingga dapat berlari hingga kecepatan 90 km/jam.

"Kenapa yang ini (Matador) lebih mahal karena spesifikasinya lebih tinggi termasuk yang paling rumit yang saya buat," ungkap Gede. "Untuk pengisian dari 0 sampai penuh kurang lebih butuh waktu 4 jam. Jarak tempuhnya jika baterai penuh bisa 80-90 kilometer."


Komponen Le-Bui buatan Gede didapat dari dalam dan luar negeri. "Saya ada teman langganan di Jakarta dan memang dia importir itu. Dinamo motor dari Taiwan dan baterai pakai Panasonic dari Jepang," jelas Gede.

Le-Bui rupanya lebih digemari oleh konsumen mancanegara, yakni sekitar 70 persen. Gede mengklaim bahwa salah satu negara di semua benua telah memesan sepeda listrik buatannya. Terutama Amerika yang bahkan menjual Le-Bui di toko.

"Kalau dihitung, mungkin hampir semua benua ya, yang belum cuma Afrika saja. Misalnya seperti Australia, Inggris, Norwegia, tapi yang paling banyak dan sering itu Amerika," beber Gede. "Yang lain-lain itu kan pengguna saja, sekali beli. Nah, yang Amerika order-nya terus-terusan karena memang di sana dijual lagi."

Pemesanan Le-Bui dilakukan dengan sistem pre-order karena lama pembuatan yang tak menentu. Desain Le-Bui juga disesuaikan dengan permintaan pembeli. Le-Bui sendiri masuk kategori e-Bike meski juga disematkan sebuah motor listrik.

"Ada gasnya, mau digowes atau gas itu bisa. Di pedal kayuhnya ada sensor, jadi ketika digerakkan kayuhnya secara otomatis mesin listriknya juga nyala," kata Gede. "Ada yang thumb (jempol) dan twist (putar) seperti sepeda motor biasa. Orang barat lebih suka model thumb throttle, tapi Indonesia suka yang twist."

Dalam satu bulan, Gede dapat mengirim 4-6 unit Le-Bui ke luar negeri. Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, disebut telah meminta Gede untuk membuat sepeda listrik sebagai kendaraan dinas pemerintah setempat.

(wk/nere)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!