Seorang pelajar SMK berusia 15 tahun mengalami kejadian nahas saat ikut tawuran pada Kamis (16/7) sore. Tangan pelajar tersebut dikabarkan putus dan tertinggal di lokasi tawuran.
- Marina Larasati
- Jumat, 17 Juli 2020 - 14:10 WIB
WowKeren - Seorang pelajar SMK Taruna Karya 1, Karawang, Jawa Barat, baru saja mengalami nasib nahas. Gara-gara ikut tawuran, pergelangan tangannya putus akibat terkena sabetan senjata tajam.
Pelajar berinisial RJ (15) ini terlibat tawuran bersama pelajar lain antara SMK Taruna Karya 1 dan SMK Bina Karya, di Jalan Interchange Karawang Barat, Karawang, pada Kamis (16/7) sekitar pukul 15.00 WIB.
Seorang saksi mata bernama Roni (40) memberikan keterangan jika salah satu pelajar terkena sabetan senjata tajam hingga pergelangan kiri putus. Kedua kelompok pelajar itu bubar menggunakan motor setelah melihat ada korban.
"Awalnya ada tawuran antar dua kelompok pelajar, ada satu korban pergelangan tangan kiri putus tertinggal di lokasi kejadian," kata Roni di lokasi kejadian, dilansir dari Merdeka.com, Jumat (17/7).
Rizwan (16) teman korban mengatakan, tawuran terjadi saat ia dalam perjalanan secara tiba-tiba diserang oleh pelajar SMK Bina Karya. Korban terluka hingga pergelangan tangannya putus setelah menangkis sabetan celurit yang mengenai pergelangan tangannya.
"Waktu tiba di TKP sekelompok siswa SMK BK telah menunggu. Korban turun dari motor, bersama siswa TK 1 lainnya saling serang dengan siswa BK tersebut, sedangkan saya menunggu di motor," ujar Rizwan, saat dimintai keterangan polisi di RSUD Karawang. "Diduga korban disabet senjata tajam celurit."
Satgas SMK Karawang, Sudarto menegatakan tawuran dua kelompok pelajar yang membuat pergelangan tangan putus diduga awalnya ada perjanjian dua kelompok pelajar SMK Taruna Karya 1 dan SMK Bina Karya tersebut di lokasi kejadian. Sebab sekolah belum mengaktifkan belajar penuh di masa COVID-19.
"Diduga para pelajar dua SMK tersebut sebelum tawuran sudah melakukan perjanjian akan melakukan tawuran," kata Sudarto.
Saat ini, kasus tawuran tersebut telah ditangani pihak Kepolisian Resor Karawang. Polisi juga memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.
(wk/lara)