BPS mengatakan peningkatan yang cukup tajam cenderung terjadi di lingkungan perkotaan. Secara persentase, penduduk miskin di perkotaan mencapai 7,38 persen
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 17 Juli 2020 - 15:22 WIB
WowKeren - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penambahan jumlah masyarakat miskin di Indonesia. Pada Maret 2020, jumlah penduduk miskin mencapai 26,42 juta orang.
Jumlah tersebut bertambah sebanyak 1,63 juta orang dibandingkan September 2019 lalu. Sedangkan jika dibandingkan Maret 2019, jumlah tersebut naik sebanyak 1,28 juta jiwa.
Kepala BPS, Suhariyanto, menyebutkan jika penambahan angka kemiskinan terjadi di sebagian besar provinsi di Indonesia. Sedangkan provinsi yang mencatat kenaikan paling tinggi adalah DKI Jakarta.
"Mayoritas provinsi mengalami kenaikan persentase kemiskinan. Tertinggi DKI, naik 1,11 poin," kata dia dalam konferensi pers virtual, Rabu (15/7). "Jabar naik 1,06 poin. Jatim, Yogyakarta juga naik."
Kenaikan ini disebutnya terjadi sejak pandemi COVID-19 menyerang Indonesia. "Persentase juga naik dan indeks kedalaman juga meningkat," katanya.
BPS mengatakan peningkatan yang cukup tajam cenderung terjadi di lingkungan perkotaan. Secara persentase, penduduk miskin di perkotaan mencapai 7,38 persen, naik dibandingkan September 2019 sebesar 6,56 persen.
"Penduduk miskin Maret 2020 di daerah perkotaan naik sebanyak 1,3 juta orang (dari 9,86 juta orang pada September 2019 menjadi 11,16 juta orang pada Maret 2020)," demikian laporan BPS.
Sementara itu, penambahan jumlah penduduk miskin di pedesaan tidak terlalu signifikan. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2019 sebesar 12,60 persen, naik menjadi 12,82 persen pada Maret 2020.
Penurunan jumlah kemiskinan tertinggi terjadi di provinsi Sulawesi Tenggara. Selama enam bulan terakhir, angka kemiskinan di provinsi ini turun 0,26 persen poin, yakni dari 13,18 persen menjadi 12,92 persen.
Jika dilihat dari sisi jumlah, persentase penduduk miskin terbanyak ada di Pulau Jawa yakni sekitar 14,05 juta. Sedangkan Pulau Kalimantan mencatat jumlah penduduk miskin paling sedikit yakni hanya 97 ribu orang.
Sementara itu beberapa waktu lalu Menteri Sosial Juliari Batubara menyebut pihaknya telah memiliki cara mengantisipasi gelombang orang miskin baru. Ia akan mendata kembali warga yang termasuk dalam golongan orang miskin.
(wk/zodi)