Mendengar laporan adanya insiden ini, Basarnas Jakarta langsung mengerahkan KN SAR 103 Wisnu dari Pelabuhan Tanjung Priok untuk membantu proses evakuasi.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 22 Juli 2020 - 11:37 WIB
WowKeren - Kapal Motor Bahari Indonesia rute Jakarta-Pontianak terbakar di perairan Laut Jawa pada Selasa (21/7). Kapal motor yang mengangkut 26 penumpang tersebut terbakar pada pukul 15.30 WIB.
Sumber kebakaran diduga berasal dari api yang ada di mobil di dalam kapal. Mendengar laporan ini, Basarnas Jakarta langsung mengerahkan KN SAR 103 Wisnu dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk mengevakuasi kapal dan para korban.
"Kami terima informasi Selasa sore dari call centre 115 BASARNAS," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Hendra Sudirman. "Dan kemudian mengerahkan KN SAR 103 Wisnu dari Pelabuhan Tanjung Priok untuk melakukan operasi SAR terhadap kapal yang terbakar."
Tak hanya itu, untuk membantu proses evakuasi kapal KM Bahari 3 juga turut diterjunkan. Bala bantuan ini memerlukan waktu sekitar 9 hingga 10 jam untuk bisa sampai di lokasi kejadian. Kendati demikian, ia berharap agar waktu sampai bisa lebih cepat sehingga para korban bisa segera diselamatkan.
"Estimasi perjalanan menuju lokasi memakan waktu tempuh kurang lebih 9 atau 10 jam menuju lokasi kejadian," ujarnya menambahkan. "Kami berharap alat kami bisa lebih cepat dari perhitungan waktu sebenarnya dan korban berhasil diselamatkan."
Selain mengangkut penumpang, kapal yang terbakar tersebut juga mengangkut kendaraan. "Angkut kendaraan," ujar Agen Kapal Bahari Indonesia, Bimo Santoso dilansir Okezone, Rabu (22/7).
Ia mengaku jika Kapten Kapal Bahari Indonesia sempat menghubunginya untuk melaporkan insiden kebakaran tersebut. Namun sambungan telepon tiba-tiba terputus. Dari percakapannya itu, hanya diketahui jika posisi kebakaran ada di geladak utama.
"Kita tanyakan posisi kebakarannya berada di geladak utama (kapal) setelah itu langsung terputus hubungan kita," ujarnya menambahkan. "Kita belum tahu lagi keberadaan sudah hilang putus hubungan telepon sudah tidak bisa."
(wk/zodi)