Kronologi Warga Positif Corona Gelar Kenduri, Satu Kampung Di Pacitan Langsung Diisolasi
Nasional

Seorang warga Pacitan dinyatakan positif terinfeksi virus corona tepat setelah menggelar acara kenduri. Akibatnya,sejumlah warga di kampung tersebut ikut menjalani isolasi. Ini kronologinya.

WowKeren - Seorang warga yang berasal dari Kecamatan Tegalombo dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19). Hasil tersebut menjadi heboh lantaran warga tersebut baru saja menggelar acara kenduri yang mengundang banyak orang di kampungnya.

Kronologi kejadian tersebut bermula saat warga yang merupakan seorang wanita itu kembali dari perantauan. Wanita ini diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dan sering keluar masuk ke Surabaya.

Dua pekan lalu, sang wanita kemudian pulang ke kampung halaman atas permintaan sang suami. Rupanya, suaminya berniat merantau ke luar Jawa sehingga sang istri diminta kembali untuk menggelar acara kenduri.

”Orang tersebut kan keluar masuk. Menjadi pembantu rumah tangga di Surabaya,” kata Kepala Desa, H Masduki kepada wartawan seperti dilansir dari Detik pada Selasa (21/7). “Ketika dia datang ke sini ndak ada yang tahu terdampak (corona) apa ndak.”

Wanita ini lantas mengundang warga sekitar dalam acara kenduri. Beberapa hari setelah acara kenduri dan melepas keberangkatan suaminya, wanita ini kembali lagi ke Surabaya untuk bekerja.


Namun saat tiba di Kota Pahlawan, wanita ini tidak melengkapi diri dengan surat keterangan bebas virus corona baik melalui rapid test maupun swab test. Akibatnya, ia diwajibkan menjalani swab test.

Tak disangka, hasil tes menyatakan jika wanita ini positif COVID-19. Perempuan berusia 28 tahun ini lantas langsung dibawa ke Wisma Atlet, Jalan WR Supratman, Pacitan untuk menjalani isolasi. “Malam Sabtu dia kembali ke sini, kurang lebih jam 10.00 WIB dibawa ke wisma atlet,” papar Masduki.

Sementara itu, pemerintah desa bersama forkompimcam langsung mengambil langkah isolasi demi mencegah penularan virus corona semakin meluas ke wilayah lain. Tindakan isolasi yang dilakukan adalah menutup sejumlah akses penghubung ke dusun tempat tinggal pasien.

Kapolres Pacitan AKBP Didik Hariyanto membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan jika pihaknya langsung melakukan isolasi mandiri terhadap anggota keluarga pasien.

Selain itu, para tetangga sekitar yang diduga pernah berinteraksi dengan pasien juga diisolasi. Didik menjelaskan sebagian besar dari mereka juga telah dijadwalkan untuk menjalani swab test.

”Dan kami dari Polres Pacitan memberikan sedikit bantuan,” ujar perwira polisi yang juga menjabat Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pacitan ini. “Semoga bermanfaat selama mereka menjalani isolasi mandiri.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait