Jatim Alami 'Ledakan' Hampir 500 Kasus Corona, Gara-Gara Klaster Ini
Nasional

Jawa Timur baru saja melaporkan penambahan kasus virus corona yang sangat besar hanya dalam waktu satu hari. Terungkap, ternyata lonjakan terjadi gara-gara klaster ini.

WowKeren - Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi penyumbang kasus virus corona (COVID-19) terbanyak di Indonesia pada Jumat (24/7). Hanya dalam waktu satu hari, Jatim melaporkan tambahan 495 kasus COVID-19 baru.

Ternyata, tingginya kasus virus corona di Jatim akibat munculnya sejumlah klaster baru. Anggota Gugus Kuratif Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, dr Makhyan Jibril menjelaskan pihaknya berhasil menemukan sejumlah klaster baru karena terus melakukan pelacakan (tracing).

”Hari ini tinggi karena laporan klaster baru yang muncul dalam beberapa hari terakhir,” kata Jibril seperti dilansir dari Detik, Jumat (24/7). “Klaster tersebut saat di-tracing, ditemukan kontak erat yang tertular.”

Salah satu klaster yang membuat lonjakan kasus COVID-19 di Jatim adalah klaster gowes di Blitar. Korban terbanyak dari klaster ini adalah tenaga kesehatan lantaran proses penyebaran virus terjadi di rumah sakit.

Diketahui, salah satu tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit tersebut aktif dalam komunitas gowes dan hobi bersepeda. Tenaga kesehatan ini kemudian terinfeksi virus corona dan menularkannya ke rekan-rekan kerja di rumah sakit. Data terakhir menyebutkan jika ad 21 tenaga kesehatan yang positif terinfeksi COVID-19.


”Jadi di Blitar bertambah cukup banyak karena klaster tersebut,” jelas Jibril. “Dinkes men-tracing dan menemukan banyak kontak erat yang selanjutnya di-swab. Beberapa di antaranya tertular COVID-19.”

Selain di Blitar, klaster lainnya yang memiliki kasus cukup tinggi terjadi di Jember. Korban dalam klaster ini juga sama dengan di Blitar, yakni tenaga kesehatan. Proses penularan diketahui saat tenaga kesehatan tersebut bekerja di 3 rumah sakit dan akhirnya tertular virus corona.

”Nakes tersebut praktik di 3 tempat. Di RS pemerintah, swasta dan Puskesmas,” terang Jibril. “Lalu menular ke rekan kerjanya. Jadi transmisi lokal dia.”

Klaster selanjutnya yang menjadi penyumbang kasus COVID-19 di Jatim adalah Ponpes Gontor. Jibril melaporkan klaster ini sebenarnya sudah terjadi sejak 20 hari yang lalu. Namun, sejumlah penambahan kasus baru mulai dikalkulasi pada hari ini. Tercatat, kasus positif corona di Gontor mencapai 84 orang.

Terakhir, Jibril mengungkapkan jika zona merah di Jatim saat ini hanya tinggal 3 wilayah saja. Ia menegaskan jika klaster-klaster baru yang bermunculan tidak mempengaruhi situasi tersebut.

”Zona merah kan yang update juga pusat. Mereka yang menilai nanti,” jelas Jibril. “Zona merah itu diupdate setiap seminggu sekali tepatnya hari Selasa.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait