Sekolah Bakal Dibuka Lagi, 2 SMP di Surabaya Ini Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka
Getty Images
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Dua dari 21 SMP di Surabaya telah menggelar simulasi sekolah tatap muka pada Senin (3/8) kemarin. Dalam simulasi tersebut, tak ada murid yang terlibat dalam prosesnya karena para gurulah yang akan berperan menjadi siswa.

WowKeren - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyatakan rencananya untuk kembali membuka sekolah secara tatap muka. Pemnbukaan sekolah ini rencananya akan dilakukan khusus bagi siswa di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Diketahui, sebanyak 21 SMP di Surabaya akan menggelar sekolah tatap muka tersebut. Namun, pada Senin (3/8) kemarin, sudah ada 2 sekolah yang melakukan simulasi.

Adapun kedua sekolah yang dimaksudkan, salah satunya adalah SMPN 3 Surabaya. Simulasi ini digelar sesuai dengan protokol kesehatan. Dalam prosesnya tak ada murid yang terlibat karena para gurulah yang akan berperan menjadi siswa.

Sebelum memasuki area sekolah, petugas akan mengecek suhu tubuh di tangan. Kemudian disemprot disinfektan. Jalurnya pun dipisahkan antara perempuan dan laki-laki dengan tetap jaga jarak.

Setelah itu, siswa menuju ruang kelas dengan diarahkan petugas. Sebelum masuk kelas, siswa wajib mencuci tangan dengan sabun, sepatu dilepas dan ditaruh di rak dan masuk ke kelas sesuai tempat duduk yang telah diatur jaraknya.

Saat di kelas, guru juga memberitahu apa saja protokol kesehatannya. Masing-masing kelas terdapat 20 siswa. Ketika pelajar ingin pergi ke toilet, petugas maupun guru akan mengantarkan dan siswa tidak boleh memegang gagang pintu.

"Masuknya masing-masing kelas kita beri selisih waktu 30 menit. Misalnya kelas 9 masuk jam 07.00 WIB, kelas 8 masuk jam 07.30 WIB, dan kelas 7 jam 08.00 WIB," jelas Plt Kepala Sekolah SMPN 3 Surabaya, Ahmad Syaroni, Senin (3/8). "Selisih waktu ini kami berikan biar nggak ada penumpukan anak. Kami juga minta siswa untuk bawa bekal."


"Nanti akan ada petugas yang mengarahkan dan membantu siswa. Bahkan sebelum siswa keluar kamar mandi, mereka akan disemprot disinfektan dulu," lanjutnya. "Saat pelajaran juga meniadakan istirahat, siswa boleh makan sambil mengerjakan tugas. Tapi kalau mereka ingin makan nasi, mereka bisa izin dan akan kami sediakan tempat."

Sedangkan simulasi sekolah tatap muka yang dilakukan di SMPN 15 Surabaya dimulai dari memasuki gerbang sekolah, kelas, bahkan hingga saat siswa pulang dengan protokol kesehatan. Kepala SMPN 15 Surabaya Shahibur Rachman menjelaskan, sebelum memasuki gerbang sekolah para siswa akan dilakukan cek suhu tubuh oleh petugas dengan menggunakan thermo gun.

Selanjutnya, para siswa diarahkan untuk melakukan cuci tangan di tempat yang telah disediakan. "Kemudian siswa disambut para guru yang telah berbaris di halaman dan memberikan salam jarak jauh. Selanjutnya, siswa diarahkan memasuki bilik sterilisasi sebelum masuk ke dalam kelas," kata Rachman.

Bahkan sebelum memasuki ruang kelas, siswa dibariskan dengap tetap menerapkan jaga jarak dan wajib menggunakan hand sanitizer, yang telah disiapkan di depan ruang kelas.

"Ketika di dalam kelas, tempat duduk juga kami beri jarak. Siswa kami wajibkan untuk membawa bekal pribadi," terangnya. "Bahkan sebelum pelajaran dimulai, guru piket akan mengingatkan kembali terkait protokol kesehatan yang harus ditaati siswa."

Rachman mengatakan, dalam satu kelas pihaknya hanya akan memasukkan 25 persen siswa saja. Sisanya, para siswa tetap melakukan belajar daring.

"Kurikulum sudah kami sesuaikan dengan kondisi. Kami juga sudah membentuk Tim Satgas COVID-19," pungkasnya. "Nanti ketika ada siswa yang menunjukkan gejala atau merasa tidak enak badan di tengah jam pelajaran, kita akan hubungi Puskesmas terdekat. Nanti mereka (Puskesmas) yang akan menindaklanjuti."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts