RI Terancam Resesi, Ternyata Ini Dampak Mengerikan Yang Bisa Terjadi Bercermin Pada Krismon 1998
Nasional
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Resesi menghantui Indonesia karena ekonomi yang anjlok di Kuartal II 2020 hingga -5,32%. Bercermin pada krisis moneter pada 1998 silam, ternyata begini dampak mengerikan bila mengalami resesi.

WowKeren - Indonesia harus berhati-hati dengan ancaman resesi usai pertumbuhan ekonomi pada Kuartal II 2020 tercatat negatif 5,32 persen. Bila ekonomi pada Kuartal III 2020 kembali mencatatkan negatif, seperti yang diprediksi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, maka Indonesia akan memasuki jurang resesi.

Indonesia sendiri sudah memiliki pengalaman mengalami resesi ekonomi pada 1998 silam. Dan rupanya, bila bercermin pada krisis moneter yang terjadi kala itu, ada banyak sekali dampak resesi ekonomi yang patut diwaspadai.

Dilansir dari Kompas, resesi 1998 menyebabkan nilai tukar rupiah jatuh sedemikian dalam. Awalnya nilai kurs pada 1997 ditutup pada level Rp 4.850/USD, namun mendadak "melayang" hingga level Rp 17 ribu/USD pada 22 Januari 1998. Rupiah pun terdepresiasi lebih dari 80 persen sejak mata uang itu diambangkan pada 14 Agustus 1997.

Kedua, utang luar negeri juga ikut membengkak dan memperburuk resesi ekonomi Indonesia. Pemerintah, BUMN, maupun perusahaan swasta mengajukan utang dalam berbagai bentuk, yang mirisnya sekitar dua pertiganya adalah utang jangka pendek yang jatuh tempo pada 1998. Padahal kala itu cadangan devisa tinggal USD 14,44 miliar.


Pasar modal juga ikut hancur lebur sebagai efek domino masalah yang dihadapi Indonesia. Pasar uang lantas melakukan upaya penyelamatan diri yang malah "menghancurkan" bank sebagai pemasok dana ke sektor riil.

Dampaknya lagi? Tentu saja adalah banyaknya perusahaan bangkrut dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Gelombang PHK ini diikuti dengan meningkatnya harga barang di pasar dengan luar biasa signifikan, memicu terjadinya inflasi sampai 54,54 persen.

Hancurnya kekuatan industri menyebabkan ekspor juga "tersentil". Semua situasi ini menyebabkan timbulnya krisis sosial hingga berujung pada krisis politik yang mengantarkan Presiden ke-2 RI Soeharto turun dari singgasana yang sudah ia tempati selama 32 tahun.

Pemerintah sendiri berupaya melakukan berbagai hal agar Indonesia tak lagi mengalami resesi seperti yang terjadi pada 1998 silam. Salah satu langkahnya dengan menjaga daya beli masyarakat lewat pemberian stimulus, termasuk soal wacana tunjangan bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts